Anak asuh Rumah Yatim, Selvi Maysaroh, peraih Medali Perunggu Taklukkan Olimpiade Bahasa Indonesia 2025. Foto: Istimewa

Jakarta, KurasiNews.com – Rumah Yatim berkomitmen dalam menghadirkan program pemberdayaan anak yatim dan dhuafa melalui gerakan Rumah Generasi Hebat.

Program ini merupakan sebuah inisiatif transformasi yang dirancang untuk membentuk anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat serta masa depan bangsa.

Rumah Generasi Hebat tidak hanya dimaknai sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang transformasi tempat anak yatim dan dhuafa mendapatkan pengasuhan, pendidikan, pembinaan, serta dukungan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, Rumah Yatim mengembangkan empat pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga: Rumah Yatim Salurkan Manfaat untuk 836.258 Jiwa di Indonesia Sepanjang 2025

Keempat aspek tersebut dirancang untuk saling terintegrasi sehingga pemenuhan kebutuhan anak yatim dan dhuafa tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan pada proses pemberdayaan jangka panjang.

Di bidang pendidikan, Rumah Yatim menghadirkan Beasiswa Generasi Hebat yang memberikan dukungan pendidikan formal mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Selain itu, terdapat Digital Orphan Agency yang mencakup bimbingan akademik, literasi, pembinaan karakter, life skill, leadership camp, hingga mentoring profesional.

Sementara di bidang kesehatan, program yang disiapkan meliputi Klinik Generasi Sehat, pemenuhan gizi seimbang melalui Yatim Sehat Bergizi, serta edukasi sanitasi dan lingkungan sehat.

Pada aspek ekonomi, Rumah Yatim mendorong kemandirian melalui program Sejuta Roda Kehidupan, Yatim Preneur Program, dan Inkubator Bisnis Sosial.

Baca Juga: Rumah Yatim Komitmen Cetak Generasi Hebat Demi Berikan Manfaat ke Masyarakat

Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani, menyatakan Rumah Generasi Hebat menjadi bagian dari upaya Rumah Yatim untuk mengubah pendekatan terhadap anak dari sekadar memberikan bantuan menjadi proses membangun masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa anak yatim dan dhuafa tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, memiliki keterampilan, dan menjadi pribadi yang mandiri,” ujar Sani Ramdani dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Rumah Yatim juga membuka ruang kemitraan dalam bentuk co-branding program, co-implementation, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, pengembangan talent, hingga kegiatan dan kampanye bersama.

“Setiap kontribusi, baik dalam bentuk ilmu, keahlian, jejaring, sumber daya, maupun dukungan program, dapat menjadi bagian penting dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi anak yatim dan dhuafa untuk berkembang dan meraih masa depan,” terangnya.

Melalui Rumah Generasi Hebat, Rumah Yatim ingin membangun sebuah ekosistem kolaboratif yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga menciptakan proses transformasi yang berkelanjutan.

Anak yatim dan dhuafa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter, kompetensi, kemandirian, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.(*)