Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Jakarta, Kurasinews.com Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menghadiri Diskusi Kebangsaan bertema “Esports Nasional & Asian Games: Prestasi, Talenta, dan Ekonomi Digital Bangsa” pada Senin (8/6/2026) di Jakarta.

Acara diskusi tersebut ikut dihadiri oleh pengurus PB ESI, pelatih, atlet nasional, serta perwakilan tim e-sports Indonesia.

Ibas -sapaan akrabnya- menegaskan pentingnya penguatan ekosistem esports nasional sebagai bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi digital dan peningkatan prestasi generasi muda Indonesia.

Baginya, esports kini telah berevolusi dari sekadar hobi menjadi sebuah profesi dan cabang prestasi yang diakui secara global, terlebih besarnya potensi Indonesia dalam sektor digital, dengan lebih dari 210 juta pengguna internet yang mayoritas merupakan generasi muda.

Kemudian, saat ini liga esports nasional telah menjaring lebih dari 126.000 atlet dari seluruh Indonesia.

“E-sports bukan lagi sekadar hobi. Esports adalah prestasi, esports adalah profesi, dan esports adalah bagian dari ekonomi digital nasional,” tegas Ibas dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Dia menilai, kondisi ini menjadi modal besar untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama esports dunia, di mana kompetisi tidak hanya berlangsung di arena fisik, tetapi juga di ruang digital.

Selain itu, anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII Fraksi Partai Demokrat tersebut juga mengapresiasi atlet esports nasional yang telah menunjukkan prestasi di berbagai ajang internasional, namun masih diperlukan penguatan ekosistem yang berkelanjutan.

Sejak 2018, atlet-atlet esports Indonesia telah menyumbangkan total 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu dalam berbagai ajang internasional, baik single event maupun multi-event.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia apabila didukung oleh ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, perlunya langkah strategis berupa perluasan akademi daerah, penguatan sport science, percepatan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPR, industri, dan PB ESI.

Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut turut berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin, strategi, dan semangat juang tinggi sebagai investasi masa depan bangsa.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen talenta digital dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian II PB ESI, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Benone Jesaja Louhenapessy, menambahkan sejak 2018, atlet esports Indonesia telah menyumbangkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu pada berbagai ajang internasional.

Namun demikian, persiapan menuju Asian Games masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari belum dimulainya pelatnas, kebutuhan training camp internasional, keterbatasan peralatan pertandingan berstandar tinggi, hingga kebutuhan pendanaan bagi pelatih dan tenaga keolahragaan.

“Kita ingin membangun ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Esports bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda Indonesia dan kebanggaan bangsa di tingkat global,”
pungkasnya.(*)

Leave a Reply