IHSG Terbang Dua Hari Beruntun! Melonjak ke 5.881, Saham Big Bank dan Prajogo Pangestu Jadi Motor Penggerak

KurasiNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Setelah sehari sebelumnya mencatat lonjakan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melanjutkan reli dan ditutup menguat 134,58 poin atau 2,34% ke posisi 5.881,23 pada sesi pertama perdagangan.

Sepanjang sesi I, IHSG bergerak dalam rentang 5.677 hingga 5.939 dengan nilai transaksi mencapai Rp18,64 triliun. Kinerja tersebut memperlihatkan optimisme investor yang masih bertahan di tengah berbagai sentimen domestik maupun global.

Penguatan ini menjadi lanjutan dari euforia pasar pada Selasa (9/6/2026), ketika IHSG melesat hingga 404 poin atau 7,57% dan ditutup di level 5.722. Dalam dua hari perdagangan saja, pasar saham Indonesia berhasil mencatat pemulihan yang cukup signifikan setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam.

Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah aksi jual investor asing yang masih cukup besar. Namun derasnya aliran dana domestik dan membaiknya sentimen terhadap kebijakan ekonomi nasional berhasil menjadi penopang utama kenaikan indeks.

Seluruh Sektor Kompak Menguat

Reli IHSG pada sesi I Rabu didorong oleh penguatan merata di seluruh sektor saham. Sektor teknologi menjadi pemimpin kenaikan dengan lonjakan 4,30%, disusul sektor keuangan yang menguat 3,34%.

Selain itu, sektor energi, material dasar, industri, serta properti masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 2%. Penguatan juga terjadi pada sektor konsumer primer, infrastruktur, hingga transportasi dan logistik.

Kinerja positif sektor-sektor tersebut menunjukkan bahwa minat beli investor tidak hanya terkonsentrasi pada saham tertentu, tetapi menyebar ke berbagai kelompok industri.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, kenaikan signifikan tercatat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham-saham perbankan tersebut menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks.

Sementara itu, saham berkapitalisasi besar lainnya seperti DSSA, BRPT, DCII, dan RAJA juga mengalami kenaikan yang cukup tajam.

Di kelompok saham lapis kedua, sejumlah emiten bahkan menyentuh auto reject atas (ARA). Saham BABY melonjak 25% menjadi Rp189, KBLV melesat 34,85% menjadi Rp89, FORU naik 24,80% ke Rp3.070, ROCK menguat 24,70% menjadi Rp1.565, RISE naik 24,55% menjadi Rp1.040, dan MLPT bertambah 20% ke level Rp18.000.

Big Bank dan Emiten Prajogo Pangestu Jadi Sorotan

Sehari sebelumnya, penguatan pasar juga ditopang lonjakan hampir seluruh sektor saham. Sektor energi dan material dasar bahkan mencatat kenaikan lebih dari 9%.

Sektor industri menguat 8,55%, sektor keuangan naik 7,13%, sektor infrastruktur bertambah 7,37%, sementara sektor properti mencatat kenaikan paling rendah yakni 2,36%.

Pada perdagangan Selasa, perhatian investor banyak tertuju pada saham-saham yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu. Emiten seperti TPIA, BRPT, CUAN, BREN, CDIA, dan PTRO mencatat penguatan signifikan dan menjadi salah satu motor penggerak pasar.

Selain itu, saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI juga menjadi penopang utama kenaikan indeks.

Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp2,44 triliun. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham BBCA senilai Rp490,46 miliar, disusul BBRI sebesar Rp476,87 miliar dan BMRI senilai Rp267,76 miliar.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan hingga menyentuh ARA pada perdagangan Selasa antara lain BABY yang melonjak 34,62% menjadi Rp140, AHAP naik 34,48% ke Rp78, CTTH menguat 34,38% menjadi Rp129, SGRO naik 25% ke Rp2.800, serta TRIN yang melesat 25% menjadi Rp430.

Analis Prediksi Tren Rebound Masih Berlanjut

Sejumlah analis menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dalam jangka pendek. Salah satu sentimen utama yang mendorong optimisme pasar adalah keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan lebih awal pada Selasa (9/6/2026).

Analis Phintraco Sekuritas menilai kebijakan tersebut mendapat respons positif dari pelaku pasar dan turut membantu penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,65% ke level Rp18.065 per dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco melihat posisi IHSG telah kembali berada di atas garis rata-rata pergerakan MA200 bulanan. Pada grafik harian, indeks juga berhasil bertahan di atas MA5 sekaligus menutup gap up yang terbentuk sebelumnya.

“IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600-5.850,” jelas analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Pandangan serupa disampaikan analis BRI Danareksa Sekuritas. Menurut mereka, wacana dukungan likuiditas melalui program buyback saham emiten BUMN turut meningkatkan minat beli investor.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan fase rebound dalam jangka pendek dengan support di 5.630 dan resistance di 5.850,” jelas analis BRI Danareksa.

Mereka juga menilai posisi indeks yang sebelumnya berada pada area oversold memberikan ruang bagi penguatan lanjutan. “Terutama apabila stabilisasi rupiah dan perbaikan sentimen domestik terus berlanjut,” imbuh analis BRI Danareksa.

Dari sisi eksternal, analis CGS International Sekuritas menyoroti pelemahan indeks saham Wall Street akibat tekanan pasar komoditas global. Namun demikian, keputusan BI menaikkan suku bunga tetap dipandang sebagai katalis positif bagi pasar domestik.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.585/5.425 dan resist 5.910/6.070,” jelas analis CGS International.

Dengan kombinasi sentimen positif dari kebijakan moneter, penguatan rupiah, serta meningkatnya minat beli investor domestik, pasar kini menantikan apakah IHSG mampu mempertahankan momentum dan kembali menembus level psikologis 6.000 dalam waktu dekat.

Leave a Reply