Antam Kunci Pasokan 6 Ton Emas per Tahun, Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Iran-Israel, Demi Lindungi Pasar Domestik. ANTARAHO-ANTAM

Kurasinews.com – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan emas nasional tetap terjaga.

Melalui perjanjian jual beli emas sebesar 6 metrik ton per tahun, perusahaan pelat merah ini memperkuat rantai pasok domestik dari hulu hingga hilir.

Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai.

Kesepakatan tersebut hadir pada momentum yang krusial. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang turut menyeret Amerika Serikat memicu ketidakpastian global.

Dalam situasi seperti ini, harga emas cenderung bergerak naik karena investor mencari aset aman. Karena itu, kepastian suplai dalam negeri menjadi faktor penting bagi stabilitas industri dan kepercayaan publik.

GSPA 6 Ton Emas per Tahun untuk Jaga Rantai Pasok

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menandatangani gold sales and purchase agreement (GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari holding Merdeka Group.

Total volume transaksi dalam perjanjian ini mencapai 6 metrik ton emas per tahun. Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan skema 3 metrik ton per tahun dari masing-masing entitas.

Dalam kerja sama ini, Antam bertindak sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS sebagai penjual.

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa kesepakatan ini memperkuat posisi emas Antam sebagai produk nasional yang bersumber dari tambang dalam negeri dan dimurnikan di fasilitas refinery bersertifikasi LBMA.

“Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas Antam sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia,” ujar Handi melansir dari Antaranews.

Integrasi Hulu-Hilir dan Jaminan Asal Usul

Menurut Handi, Antam berperan sebagai penghubung antara penambang dan pasar. Hasil tambang dari bumi Indonesia diproses menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.

“(Emas) dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ucapnya.

Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur. Skema tersebut memperkuat integrasi rantai pasok nasional sehingga proses dari produksi hingga distribusi dapat berjalan lebih efisien dan transparan.

Handi menegaskan bahwa kepastian pasokan dari sumber yang dapat ditelusuri asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga reputasi brand Antam. Ia menyebut perusahaan berkomitmen menjaga standar tata kelola dan regulasi yang berlaku.

“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” ujarnya.

Sebagai brand emas nasional, Antam tak lepas dari sorotan publik, termasuk dinamika di media sosial. Namun perusahaan memandang hal tersebut sebagai bentuk perhatian dan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku,” tegas Handi.

Strategi Antam di Tengah Ketidakpastian Global

Kerja sama ini juga mendapat respons positif dari pihak Merdeka Group. Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menyebut GSPA sebagai langkah strategis untuk menjamin penyerapan produksi emas di pasar domestik.

“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” kata Albert.

Di tengah dinamika global akibat konflik Iran dan Israel, emas kembali menjadi aset safe haven yang diburu investor.

Ketidakpastian geopolitik kerap mendorong lonjakan harga emas dunia, sehingga kestabilan suplai domestik menjadi krusial agar pasar dalam negeri tidak terlalu terdampak fluktuasi eksternal.

Dengan perjanjian pasokan 6 ton per tahun ini, Antam memperlihatkan langkah antisipatif dalam menjaga ketahanan industri emas nasional.

Integrasi rantai pasok dari tambang hingga produk akhir menjadi strategi untuk memastikan emas Indonesia tetap kompetitif, terpercaya, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. (VK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *