Jakarta, KurasiNews.com – Viral Ustaz Abdul Somad dikepung oleh oknum masyarakat saat tiba di Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026).
Dari video yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah orang menghalangi, mencegat, dan Ustaz Abdul Somad dikepung.
Kedatangan rombongan pendakwah Ustaz Abdul Somad kabarnya untuk mengisi Tabligh Akbar di di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Kutai Barat dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1448 H.
Ustaz Abdul Somad juga mengisi tabligh akbar di Pondok Pesantren Assalam, Melak, Kutai Barat pada Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kemendagri Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Dilanjutkan pada Minggu (5/7/2026), UAS berdakwah di Lapangan Sepak Bola Desa Tanah Datar, Muara Badak, Kutai Kartanegara.
UAS -sapaan akrab Ustaz Abdul Somad – telah membagikan kabar dirinya tetap melanjutkan agenda dakwah dan mengisi Tabligh Akbar di lokasi-lokasi tersebut.
“Tabligh Akbar di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Kutai Barat dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1448 H. Lalu di Tanah Datar Bersholawat 3 Lapangan Desa Tanah Datar. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” tulis Ustaz Abdul Somad di unggahan Instagram pribadinya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Nasarudin, menilai peristiwa tersebut tidak mencerminkan semangat kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kita sebagai masyarakat melayu meyayangkan aksi arogan seperti itu. Kita memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, jangan sampai ada oknum yang mempertontonkan sikap angkuh dan merusak persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Nasarudin dalam keterangannya yanag diterima KurasiNews.com, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, mayoritas masyarakat Indonesia selama ini hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan latar belakang agama maupun golongan.
Dia juga menjelaskan dalam ajaran Islam sendiri terdapat prinsip lakum dînukum wa liyadîn “untukmu agamamu, dan untukku agamaku” yang mengajarkan penghormatan terhadap keyakinan orang lain.
“Islam mengajarkan untuk menghormati sesama manusia. Bahkan terhadap hewan dan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT pun kita diperintahkan untuk menjaga dan melindunginya,” katanya.
Nasarudin mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan antarsesama (hablum minannas).
“Mari kita rawat NKRI ini dengan damai dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Jangan ada cara-cara yang justru merusak keragaman bangsa,” tegasnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Taufik Hidayat Pelaku Penyekap dan Penganiaya Yuvita Ditangkap Polisi
Di samping itu, dia meyakini bahwa viral Ustaz Abdul Somad dikepung bukanlah karena persoalan agama, melainkan tindakan yang dilakukan oknum tertentu dan tidak dapat digeneralisasi sebagai sikap suatu kelompok masyarakat.
“Peristiwa ini saya yakini murni bukan karena persoalan agama. Ini adalah ulah oknum tertentu yang berpotensi mencederai keragaman bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Nasarudin kembali mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga suasana damai, saling menghormati, serta memperkuat semangat persatuan demi keutuhan NKRI.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian, saling menghormati, dan saling menjaga. Persatuan adalah modal utama bangsa ini untuk terus maju,” pungkasnya.(*)









































































