Jakarta, KurasiNews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memberikan Kuliah Umum kepada Serdik Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma Polri di The Tribrata Convention Center Darmawangsa, Jakarta Selatan.
Dia menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memperkuat bangsa.
Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas, berdisiplin, memiliki keteladanan, serta mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Kalau kita ingin memperbaiki organisasi dan bahkan bangsa ini, tentunya titik beratnya adalah kita memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui perbaikan pendidikan,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Menko Polkam juga menyoroti pentingnya kualitas tenaga pendidik di lembaga pendidikan. Menurutnya, kemampuan menguasai ilmu harus diikuti kapasitas untuk mentransfer pengetahuan secara efektif kepada peserta didik.
Karena itu, ia mendorong agar perwira-perwira terbaik ditempatkan di lembaga pendidikan dan tetap diberikan kesempatan menduduki jabatan strategis sebagai bagian dari pola pembinaan karier.
“Cara mengatasinya adalah tempatkan perwira-perwira terbaik di lembaga pendidikan,” tegasnya.
Menko Polkam menekankan pentingnya keteladanan dalam menegakkan disiplin karena penegakan disiplin tidak boleh hanya berlaku kepada bawahan, tetapi harus dimulai dari pemimpin.
“Calon pemimpin yang akan datang harus bisa jadi contoh dalam berdisiplin dan rela berkorban demi tegaknya disiplin di satuannya,” terangnya.
Menko Polkam juga menekankan pentingnya kerja sama dan soliditas antarlembaga karena tidak ada satu pun institusi yang mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa dengan bekerja sendiri.
Dalam konteks politik dan keamanan, sinergi TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas serta keutuhan bangsa.
“Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya. Yang saya saksikan, keduanya kompak dan saling mendukung dalam pengamanan unjuk rasa beberapa hari yang lalu. Saya ingin katakan bahwa kalau TNI dan Polri tidak kompak, tidak bersama-sama, tidak mungkin negeri ini bisa tegak dan kokoh,” ungkap dia.
Untuk membangun kerja sama yang kuat, Menko Polkam mengajak seluruh pihak menghilangkan rasa saling curiga dan memperkuat kepercayaan satu sama lain.
Ia mengingatkan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia membuktikan bagaimana berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda mampu bersatu untuk memperjuangkan tujuan bersama.
Menko Polkam turut mengingatkan dampak disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, dan berbagai narasi negatif yang terus-menerus diterima generasi muda di ruang digital. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membentuk sikap pesimistis dan mengikis kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Oleh karena itu, Menko Polkam menekankan agar para perwira aktif menguasai ruang digital melalui patroli serta menyampaikan informasi-informasi positif yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ingat, tugas apa pun, jabatan apa pun yang kita emban, ujungnya adalah untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, negara dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.(*)
































































































