Anak muda Jakarta bersama komunitas budaya, hingga dunia pendidikan melakukan aksi nyata dengan melestarikan warisan budaya melalui Sorak Betawi Condet 2026.

Jakarta, Kurasinews.com Anak muda Jakarta bersama komunitas budaya, hingga dunia pendidikan melakukan aksi nyata dengan melestarikan warisan budaya melalui Sorak Betawi Condet 2026.

Kegiatan ini merupakan program Community Development yang diinisiasi mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business yang berlangsung sejak 5 hingga 21 Juni 2026, di Condet, Jakarta Timur.

Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan edukasi, pemberdayaan masyarakat, kreativitas digital, serta promosi budaya lokal.

Ketua Pokdarwis Kampung Condet, Dicky Arfansuri, mengapresiasi dengan adanya kegiatan positif seperti Sorak Betawi Condet.

Menurutnya, langkah yang dilakukan ini sebagai elemen dalam memperkenalkan budaya Betawi sejak usia dini, hingga masa remaja.

“Budaya harus menjadi kebiasaan. Kalau sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka budaya itu akan terus hidup,” kata dia saat ditemui tim Kurasinews.com di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur, Minggu (21/6/2026).

Dia juga menjelaskan bahwa jejak peradaban di kawasan Condet dapat ditelusuri hingga masa prasejarah.

“Condet memiliki sejarah yang panjang. Banyak orang mengenal Condet sebagai kawasan Betawi, tetapi jejak peradabannya jauh lebih tua dari itu,” ujarnya.

Dicky membeberkan mengenai asal-usul nama Condet terdapat beberapa versi yang berkembang di masyarakat.

Salah satunya berasal dari kata “Ci” yang berarti air dalam bahasa Sunda dan “Ondet” yang berkaitan dengan tumbuhan atau buah-buahan yang dahulu tumbuh di sekitar bantaran Sungai Ciliwung.

“Keberadaan Sungai Ciliwung sendiri menjadi faktor penting yang membentuk perkembangan kawasan ini. Jadi sejak dahulu, sungai tersebut menjadi jalur mobilitas sekaligus sumber kehidupan masyarakat,” ungkap dia.

Festival Budaya Hadirkan Berbagai Pertunjukan Seni

Rangkaian kegiatan Sorak Betawi Condet diawali dengan pre-event bertajuk “Ngabimbing Pade-Pade” yang digelar pada 5 Juni 2026 di SMK PGRI 28 Jakarta Timur.

Berlanjut program serupa kemudian pada 6 Juni 2026 di Kelurahan Balekambang melalui kolaborasi bersama Pokdarwis Kampung Condet dan masyarakat setempat.

Para siswa mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, hingga teknik editing video.

Tujuannya sederhana namun strategis, yakni memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda yang akrab dengan teknologi.

Peserta diajak memahami bagaimana media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan destinasi budaya dan potensi wisata lokal.

Tak hanya itu, dalam program Sorak Betawi Condet juga menghadirkan Workshop Budaya Betawi pada 20 Juni 2026.

Workshop ini menghadirkan sejumlah kelas interaktif yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal budaya Betawi lebih dekat.

Kegiatan tersebut meliputi Kelas Mix and Match Fashion Betawi, Kelas Gambang Kromong, Kelas Tari Betawi, hingga Kelas Pembuatan Emping.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Gaungkan Dukungan ke Atlet Esports Indonesia: Esports Bagian Ekonomi Digital Nasional

Baca Juga: Menko Polkam Beri Pesan Menggelegar di Hadapan Taruna AKMIL, Seret Nama SBY dan Prabowo

Baca Juga: Menko Polkam Ngamuk Tahu Ada 9 WNI Diculik oleh Tentara Israel, Begini Katanya

Konsep yang diusung tidak sekadar memperkenalkan budaya melalui teori, tetapi mengajak peserta merasakan dan mempraktikkannya secara langsung.

Peserta diajak memahami bagaimana busana khas Betawi dapat dipadukan dengan tren fesyen modern tanpa kehilangan identitas aslinya.

Lalu ada kelas Gambang Kromong dan Tari Betawi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal seni pertunjukan tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Betawi.

Sementara itu, kelas pembuatan emping mengangkat kembali kekayaan kuliner khas yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Condet sebagai kawasan penghasil berbagai komoditas pertanian dan buah-buahan.

Kemudian, puncak rangkaian Sorak Betawi Condet berlangsung pada 21 Juni 2026 melalui Festival Budaya Betawi yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas masyarakat.

Festival tersebut dimeriahkan oleh penampilan Palang Pintu, Lenong, Gambang Kromong, Tari Betawi, serta bazar UMKM yang menampilkan beragam produk khas Betawi.

Festival ini juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku budaya, pelaku usaha lokal, generasi muda, dan masyarakat umum.

Dosen Pembimbing Mata Kuliah Community Development, Ms. Ramadhanty Cahyaning Rizky, M.I.Kom., menilai program ini menjadi contoh bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan secara nyata untuk memberikan manfaat ke masyarakat.

Dia menilai, kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya bertujuan menjalankan sebuah program akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas budaya.

“Melalui program seperti Sorak Betawi Condet, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.(*)