Kemenpar Bidik 1,7 Juta Wisatawan Tiongkok, Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou Raup Potensi Transaksi Rp109 Miliar

KurasiNews.com – Pasar wisatawan asal Tiongkok kembali menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, Indonesia berupaya memperkuat daya tariknya dengan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam, berkualitas, dan berkelanjutan.

Tiongkok selama beberapa tahun terakhir konsisten menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,4 miliar jiwa dan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke luar negeri, pasar ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan devisa negara.

Melihat peluang tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperluas strategi promosi internasional melalui pendekatan business-to-business (B2B) yang lebih terarah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar rangkaian Sales Mission di dua kota ekonomi terbesar Tiongkok, yakni Shanghai dan Guangzhou, yang menjadi pintu utama keberangkatan wisatawan menuju berbagai destinasi internasional.

Perkuat Promosi Wonderful Indonesia di Pasar Prioritas

Kementerian Pariwisata menyelenggarakan kegiatan Sales Mission di Shanghai pada 22 Mei 2026 dan Guangzhou pada 25 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas penetrasi pasar wisatawan Tiongkok sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program unggulan Kemenpar dalam mendorong pariwisata berkualitas melalui promosi berbagai produk wisata unggulan Indonesia.

“Sales Mission ini menjadi upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” kata Ni Made Ayu Marthini.

Melalui kampanye global Wonderful Indonesia bertajuk “Go Beyond Ordinary”, Kemenpar memperkenalkan beragam destinasi unggulan yang selama ini menjadi magnet wisatawan mancanegara. Tidak hanya Bali, promosi juga mencakup Lombok, Jakarta, Surabaya, hingga berbagai destinasi berbasis alam dan budaya yang sedang berkembang.

Selain destinasi populer, Kemenpar turut mengangkat sejumlah produk wisata minat khusus yang kini semakin diminati wisatawan global. Mulai dari wellness tourism, wisata bahari, wisata budaya, hingga pengalaman wisata alam yang menawarkan keunikan berbeda dibandingkan negara lain.

Libatkan 14 Pelaku Industri dan Puluhan Mitra Strategis

Dalam pelaksanaannya, Sales Mission diikuti oleh 14 pelaku industri pariwisata Indonesia yang telah melalui proses kurasi. Mereka terdiri atas agen perjalanan, operator tur, pengelola atraksi wisata, hingga pelaku usaha akomodasi yang memiliki pengalaman melayani pasar Tiongkok.

“Kegiatan Sales Mission ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata dalam memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia dengan mitra industri di Tiongkok melalui pertemuan business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri dari kedua negara,” ujar Made.

Dari sektor perhotelan, Indonesia menghadirkan sejumlah properti premium seperti AYANA Resort Bali, AYANA Komodo Waecicu Beach, Four Seasons Resort Bali, The Mulia Resorts & Villas, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, Somewhere Lombok, hingga Seven Secrets Resort Lombok.

Sementara dari sektor perjalanan wisata dan atraksi, turut berpartisipasi PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, dan The Yoga Barn yang menawarkan berbagai paket wisata unggulan untuk pasar Tiongkok.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai mitra nasional seperti Papatonk, Milkita, Kapal Api, Indomie, dan Rusto’s Tempeh sebagai bagian dari strategi collaborative marketing yang diterapkan Kemenpar.

Tak hanya itu, program ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Kemenpar dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai dan Guangzhou guna memperluas jangkauan promosi Wonderful Indonesia.

Potensi Devisa Tembus Rp264 Miliar

Pasar Tiongkok masih menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi pemasaran pariwisata Indonesia. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 1.344.074 orang, menjadikannya penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Singapura, Malaysia, dan India.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok berada pada kisaran 1,559 juta hingga 1,726 juta wisatawan.

Hingga Maret 2026, tren pertumbuhan kunjungan masih menunjukkan perkembangan positif. Jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia tercatat mencapai 357.740 kunjungan atau meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 285.025 kunjungan.

Menurut Ni Made Ayu Marthini, peningkatan tersebut juga didukung semakin kuatnya konektivitas udara antara kedua negara.

“Saat ini, penerbangan langsung dari berbagai kota di Tiongkok menuju destinasi di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata ke Indonesia,” jelasnya.

Hasil Sales Mission kali ini menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Kegiatan tersebut berhasil menghasilkan potensi sebanyak 12.336 calon wisatawan (potential pax), potensi transaksi senilai US$6,17 juta atau sekitar Rp109,17 miliar, serta potensi devisa mencapai US$14,96 juta atau setara Rp264,8 miliar.

Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa promosi yang dilakukan Indonesia mulai membuahkan hasil nyata. Dengan kombinasi strategi pemasaran yang agresif, penguatan konektivitas penerbangan, serta pengembangan produk wisata berkualitas, Kementerian Pariwisata optimistis pasar Tiongkok akan terus menjadi salah satu motor utama pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Ke depan, penguatan jejaring bisnis internasional seperti Sales Mission diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berdaya saing, berkualitas, dan berkelanjutan di kawasan Asia maupun dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *