Usai Kalahkan Mozambik 1-0, John Herdman Ungkap Satu Hal yang Bikin Timnas Indonesia Istimewa 

KurasiNews.com – Kemenangan Timnas Indonesia atas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6/2026), menjadi lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Hasil positif tersebut menunjukkan perkembangan mental bertanding skuad Garuda yang semakin matang di bawah arahan pelatih John Herdman.

Di tengah ekspektasi tinggi publik sepak bola nasional, Indonesia mampu menjawab tantangan dengan kemenangan tipis namun berharga. Gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh tekanan, terutama pada babak kedua ketika Mozambik tampil jauh lebih agresif.

Bagi Herdman, kemenangan ini memiliki makna khusus. Pelatih asal Inggris tersebut menilai anak asuhnya tidak hanya mampu mengamankan hasil positif, tetapi juga menunjukkan karakter kuat saat menghadapi lawan yang memberikan perlawanan keras. Keberhasilan mengalahkan Mozambik sekaligus memperpanjang tren positif Timnas Indonesia setelah sebelumnya meraih hasil meyakinkan dalam pertandingan internasional lainnya.

Herdman Bangga dengan Mental dan Karakter Garuda

Usai pertandingan, John Herdman mengaku sangat puas dengan performa para pemainnya. Ia menyoroti keberhasilan Timnas Indonesia mencatat dua kemenangan beruntun di kandang atas tim yang memiliki peringkat FIFA lebih baik.

“Ya, saya pikir meraih dua kemenangan di kandang, ini adalah yang pertama kalinya sejak tahun 2024. Kami berhasil meraih kemenangan beruntun melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi,” ujar Herdman usai pertandingan.

Meski demikian, mantan pelatih tim nasional Kanada itu tidak lupa memberikan penghormatan kepada Mozambik yang tampil penuh semangat sepanjang laga.

“Tapi semua pujian untuk Mozambik,” ucap Herdman menambahkan.

Menurut Herdman, dirinya sudah memperkirakan tim berjuluk Os Mambas itu akan tampil lebih agresif setelah mengalami kekalahan telak 1-4 dari Oman pada pertandingan sebelumnya. Prediksi tersebut terbukti ketika Mozambik tampil jauh lebih berani dan menekan Indonesia terutama pada paruh kedua pertandingan.

“Anda tahu, kami mengatakan kalau mereka sedang terluka. Mereka datang dan melawan. Dan mereka memberi kami perlawanan yang sengit.”

“Dan kami membutuhkan itu. Kami membutuhkan sebuah permainan untuk menguji diri kami sendiri. Untuk menguji keberanian kami,” tutur Herdman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada lini belakang Indonesia yang tampil disiplin menghadapi tekanan lawan. Trio Elkan Baggott, Kevin Diks, dan Rizky Ridho yang kemudian digantikan Sandy Walsh mampu menjaga pertahanan tetap solid saat serangan Mozambik semakin intens.

Gol Cepat Ole Romeny Jadi Pembeda

Timnas Indonesia langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak menit awal pertandingan. Hasilnya terlihat pada menit ke-11 ketika Ole Romeny berhasil mencetak gol setelah menerima umpan terobosan akurat dari Ragnar Oratmangoen.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang laga sekaligus memastikan kemenangan bagi skuad Merah Putih.

Sebelum gol itu lahir, Indonesia sebenarnya sudah beberapa kali mengancam pertahanan lawan. Pada babak pertama, Elkan Baggott dan Ole Romeny sempat membuat publik SUGBK menahan napas ketika peluang mereka membentur tiang gawang Mozambik.

Tim Garuda juga sempat merayakan gol kedua melalui Kevin Diks. Namun gol yang berasal dari situasi sepak pojok tersebut dianulir wasit setelah Ivar Jenner dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Mozambik, Ivane Carminio Francisco.

Dominasi Indonesia pada 45 menit pertama membuat Mozambik kesulitan mengembangkan permainan. Namun keunggulan satu gol membuat pertandingan tetap terbuka hingga turun minum.

Mozambik Menekan, Indonesia Bertahan dengan Disiplin

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah cukup drastis. Mozambik mulai menaikkan garis pertahanan dan tampil lebih berani menekan. Strategi tersebut membuat Indonesia tidak lagi leluasa membangun serangan seperti pada babak pertama.

Pada menit ke-57, Ragnar Oratmangoen hampir menciptakan peluang emas setelah menerima umpan lambung dari Rizky Ridho. Namun ketatnya penjagaan pemain lawan membuat peluang itu gagal dimaksimalkan.

Sebaliknya, Mozambik semakin sering mengancam melalui umpan-umpan terobosan ke belakang garis pertahanan Indonesia. Serangan mereka beberapa kali membuat lini belakang Garuda bekerja ekstra keras.

Peluang berbahaya datang pada menit ke-70 melalui tembakan keras Alcidio yang masih melambung di atas mistar gawang Maarten Paes. Tiga menit kemudian, Paes menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting saat menepis tendangan Bheu Antonio.

Mozambik kembali memperoleh kesempatan lewat sundulan Ezequiel Idalina pada menit ke-75, namun bola masih melebar dari sasaran.

Indonesia tidak tinggal diam. Kombinasi permainan Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, dan Ole Romeny beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Pada menit ke-67, Nathan hampir menggandakan keunggulan setelah menerima umpan Rayhan Hannan. Sayangnya, sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Menjelang akhir pertandingan, tekanan Mozambik semakin meningkat. Namun Indonesia tetap mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.

Herdman pun kembali menegaskan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain yang terus bekerja keras sepanjang laga.

“Dan saya sangat bangga dengan para pemain malam ini. Kami sedikit bergerak tapi kami tidak berhenti. Kami juga menunjukkan kualitas yang hebat,” ujar Herdman.

Tanpa tambahan gol hingga akhir laga, Timnas Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0. Hasil ini bukan hanya memperkuat kepercayaan diri skuad Garuda, tetapi juga menjadi bukti bahwa tim besutan John Herdman semakin siap bersaing menghadapi lawan-lawan dengan level yang lebih tinggi di panggung internasional.