KurasiNews.com – Kepindahan Shin Tae-yong ke Persija Jakarta menjadi salah satu kabar terbesar dalam sepak bola nasional menjelang bergulirnya musim 2026-2027. Sosok pelatih asal Korea Selatan itu bukanlah nama asing bagi publik Indonesia setelah lima tahun membesut Timnas Indonesia dan membawa sejumlah pencapaian bersejarah di berbagai level usia.
Kehadiran Shin di bangku pelatih Persija tak hanya menarik perhatian suporter Macan Kemayoran, tetapi juga memantik respons dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Mantan pelatih Tim Garuda tersebut kini kembali ke Indonesia dengan status berbeda, yakni sebagai pelatih klub, setelah sebelumnya meninggalkan jabatannya di tim nasional pada Januari 2025.
Bagi banyak pengamat, langkah Persija merekrut Shin Tae-yong menunjukkan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia. Di sisi lain, keputusan ini juga dianggap sebagai sinyal bahwa kompetisi domestik semakin menarik bagi pelatih-pelatih berkualitas yang memiliki rekam jejak internasional.
Erick Thohir Sambut Positif Kembalinya Shin Tae-yong
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut baik keputusan Shin Tae-yong menerima pinangan Persija Jakarta. Menurut Erick, semakin banyak pelatih berkualitas yang berkarier di Indonesia akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kompetisi nasional.
“Bagus dong. Karena ranking liga kita itu kan naik dari 25 menjadi 16 kalau tidak salah. Target kita kalau bisa 10 besar. Kemarin secara komersial, liga kita sudah ranking satu Asia Tenggara,” kata Erick kepada wartawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026), seusai kemenangan Timnas Indonesia 1-0 atas Mozambik.
Erick menilai peningkatan kualitas liga tidak bisa dilepaskan dari kehadiran figur-figur pelatih berpengalaman yang mampu meningkatkan standar kompetisi. Ia berharap kedatangan Shin Tae-yong menjadi salah satu faktor pendorong agar Liga Indonesia semakin kompetitif di tingkat Asia.
“Ya jadi makin banyak coach bagus ke liga, kualitas liga makin bagus, mudah-mudahan liga tembus 10 besar dan tentu itu menjadi bagian fundamental pengembangan tim nasional selain ya terus kita pacu, U17 kita, U19 kita, dan juga grassroots kita yang sekarang terus kita dorong,” lanjutnya.
Pernyataan Erick memperlihatkan bahwa pengembangan tim nasional tidak hanya bergantung pada program di level timnas. Kompetisi domestik yang sehat dan berkualitas juga menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain-pemain terbaik Indonesia di masa depan.
Jejak Shin Tae-yong Setelah Tinggalkan Timnas Indonesia
Persija menjadi klub keempat yang ditangani Shin Tae-yong setelah mengakhiri masa baktinya bersama Timnas Indonesia pada awal 2025.
Usai kontraknya diputus oleh PSSI pada Januari tahun lalu, Shin sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) selama 11 bulan. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Director of Football di Seongnam FC selama empat bulan sebelum melanjutkan karier sebagai pelatih Ulsan HD.
Bersama Ulsan HD, Shin mencatatkan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan dari 10 pertandingan. Meski masa kerjanya relatif singkat, pengalaman tersebut menjadi bekal tambahan sebelum kembali menerima tantangan di Indonesia.
Nama Shin Tae-yong sendiri memiliki tempat khusus di hati pecinta sepak bola nasional. Selama lima tahun menangani Tim Garuda, ia berhasil membawa perubahan signifikan meski belum mempersembahkan trofi.
Beberapa pencapaian penting yang ditorehkannya antara lain meloloskan tiga kelompok tim nasional ke Piala Asia, membawa Indonesia mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023, finis di posisi keempat Piala Asia U-23 2024, serta mengantar Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2027 sekaligus mengamankan tiket ke Piala Asia 2027.
Tak hanya itu, peringkat FIFA Indonesia juga melonjak dari posisi 173 dunia menjadi 129 dunia selama masa kepemimpinannya. Secara keseluruhan, Shin memimpin Timnas Indonesia dalam 57 pertandingan dengan catatan 26 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan.
Persija Ingin Replikasi Kesuksesan Timnas Era Shin Tae-yong
Menariknya, Persija Jakarta tampak ingin mengadopsi formula yang pernah diterapkan Shin saat menangani Timnas Indonesia. Klub ibu kota itu memberikan kontrak jangka panjang selama tiga tahun sekaligus memberikan keleluasaan kepada Shin untuk membentuk tim kepelatihannya sendiri.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil agar proses adaptasi berjalan lebih cepat dan efektif.
“Untuk tim pelatih dan asisten tentunya tadi karena format kita prosesnya pengen cepat, tentunya biar Coach Shin tidak pusinglah, jadi dia membentuk satu tim sendiri yang dibawa oleh Coach Shin ya gitu,” ujar Prapanca.
Ia juga menegaskan bahwa kontrak tiga tahun diberikan agar Shin bisa terlibat lebih jauh dalam pembangunan klub, termasuk pembinaan pemain muda dan pengembangan infrastruktur sepak bola Persija.
“Dan durasi kontrak kita itu kurang lebih 3 tahun. Alasan kontrak 3 tahun ya tadi itu kan kita berproses, jadi tentunya Coach Shin juga perlu terlibat dalam infrastruktur Persija nanti.”
“Termasuk untuk pengembangan pemain muda kita dan semua kita mencoba mengakselerasi selama 3 tahun ke depan ini gitu,” tambahnya.
Shin Tae-yong pun mengonfirmasi bahwa sebagian besar staf kepelatihannya akan berisi sosok-sosok yang sebelumnya bekerja bersamanya di Timnas Indonesia.
“Untuk asisten pelatih, pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di Timnas juga bersama coach Shin,” ujar Shin melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo atau Jeje.
Di sisi lain, mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga tidak menutup kemungkinan mendatangkan sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk status kontrak masing-masing pemain.
“Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya ya yang bersama saya.”
“Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa, contoh ya seperti kontrak mungkin sudah terikat bersama tim-tim sekarang dan lain-lain juga.”
Dengan kombinasi pengalaman Shin Tae-yong, dukungan manajemen Persija, serta visi jangka panjang yang disiapkan klub, kehadirannya di Jakarta berpotensi menjadi salah satu proyek paling menarik dalam sejarah sepak bola Indonesia modern. Tak hanya memburu prestasi, Persija juga berharap dapat menjadi contoh pengelolaan klub profesional yang mampu mendorong kemajuan Liga Indonesia secara keseluruhan.





























