FIFA World Cup 2026 Timnas Iran Terpaksa Tinggalkan AS, Kini Bermarkas di Meksiko
  • June 12, 2026
  • Veda Kiran Cakra
  • 0

KurasiNews.com – Piala Dunia 2026 resmi bergulir di Amerika Utara dengan pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan pada Jumat (12/6/2026). Turnamen terbesar sepak bola dunia itu menghadirkan 48 negara peserta yang akan bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di level internasional.

Namun di tengah euforia kompetisi, perhatian publik justru tertuju pada satu tim yang menghadapi situasi tidak biasa, yakni Timnas Iran.

Berbeda dengan sebagian besar peserta yang dapat mempersiapkan diri secara normal di negara tuan rumah, Iran harus menjalani turnamen dengan berbagai tantangan di luar lapangan. Situasi geopolitik yang memanas serta persoalan visa membuat persiapan mereka jauh lebih rumit dibandingkan tim-tim lain yang tampil di Piala Dunia 2026.

Kondisi tersebut membuat aktivitas Tim Melli menjadi sorotan media internasional. Mulai dari pemindahan pusat latihan secara mendadak hingga pengamanan luar biasa ketat yang melibatkan personel bersenjata, perjalanan Iran menuju pertandingan pertama mereka menjadi salah satu kisah paling unik pada fase awal Piala Dunia kali ini.

Iran Pindahkan Markas dari Amerika Serikat ke Meksiko

Timnas Iran sejatinya telah merencanakan Arizona, Amerika Serikat, sebagai basis utama selama mengikuti Piala Dunia 2026. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap strategis untuk mendukung mobilitas tim yang tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Namun rencana tersebut berubah secara drastis dalam waktu singkat. Menurut laporan The Guardian, Iran akhirnya memindahkan markas latihan mereka ke Kota Tijuana, Meksiko, setelah muncul berbagai persoalan terkait visa dan keamanan.

Perubahan itu terjadi beberapa pekan setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut membuat berbagai rencana yang telah disusun sebelumnya harus direvisi secara mendadak.

Kini Timnas Iran menjadikan fasilitas milik Club Tijuana sebagai pusat latihan selama turnamen berlangsung. Konsekuensinya, skuad asuhan Amir Ghalenoei harus melintasi perbatasan setiap kali menjalani pertandingan yang digelar di wilayah Amerika Serikat.

Kepindahan tersebut juga membuat pihak Club Tijuana harus bekerja ekstra. Staf klub disebut baru menerima pemberitahuan sekitar dua minggu sebelum kedatangan Iran setelah melakukan koordinasi dengan FIFA. Akibatnya, mereka harus bekerja hingga 18 jam per hari untuk mempersiapkan fasilitas latihan sesuai standar turnamen.

FIFA World Cup 2026 Timnas Iran Terpaksa Tinggalkan AS, Kini Bermarkas di Meksiko
FIFA World Cup 2026 Timnas Iran Terpaksa Tinggalkan AS, Kini Bermarkas di Meksiko

Pengamanan Super Ketat Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah sistem keamanan yang diterapkan di sekitar markas latihan Iran.

Dalam laporan The Guardian disebutkan bahwa kawasan sekitar Stadion Caliente, yang digunakan sebagai tempat latihan Timnas Iran, dijaga secara ketat oleh aparat bersenjata. Truk-truk patroli terlihat berkeliling di area sekitar stadion dengan personel berhelm, bermasker, dan membawa senapan mesin.

Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan pemeriksaan identitas yang sangat ketat bagi siapa pun yang hendak memasuki area latihan.

“Akses masuk ke fasilitas tersebut dikontrol secara ketat. Kredensial diperiksa, diperiksa ulang, lalu diperiksa lagi. Meskipun tim tersebut menginap di hotel terdekat, situasi politik menuntut keamanan yang maksimal,” tulis The Guardian.

Media asal Inggris itu juga menggambarkan minimnya informasi yang diberikan kepada publik terkait aktivitas harian tim.

“Karena itu, ada senapan mesin, keamanan yang ketat, kurangnya informasi tentang waktu latihan, lokasi syuting, dan siapa, jika ada, yang akan berbicara tentang situasi luar biasa terbaru yang dialami tim tersebut.”

Pemandangan tersebut menjadi sesuatu yang tidak lazim dalam sebuah turnamen sepak bola, sehingga memunculkan perhatian besar dari media internasional maupun para penggemar.

Dapat Sambutan Hangat dari Warga Meksiko

Di balik pengamanan yang ketat, Timnas Iran justru mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat di Tijuana.

Pihak Club Tijuana berusaha menciptakan suasana yang nyaman bagi para pemain dan staf Iran selama berada di Meksiko. Salah satu bentuk penyambutan tersebut adalah pemasangan spanduk besar berbahasa Farsi di sekitar fasilitas latihan.

Spanduk bertuliskan “Cheetah Iran” atau “Selamat Datang di Tijuana” menjadi simbol dukungan bagi skuad Iran yang sedang menghadapi situasi tidak mudah.

Tak hanya itu, sejumlah penggemar Meksiko juga terlihat berkumpul di luar hotel tempat tim menginap. Mereka memberikan dukungan, meminta tanda tangan pemain, hingga mengiringi perjalanan tim menuju lokasi latihan.

“Saya malu dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat,” kata seorang penggemar kepada Agence France-Presse.

“Itu salah Amerika Serikat yang memperlakukan semua orang seperti teroris,” ujar penggemar lainnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Iran tetap fokus mempersiapkan diri menyambut pertandingan pertama Grup G melawan Selandia Baru yang akan digelar di Los Angeles Stadium pada Selasa (16/6/2026).

Mehdi Taremi dan rekan-rekannya terus menjalani program latihan yang telah disusun tim pelatih. Mereka juga sempat melakoni pertandingan uji coba melawan tim lokal Tijuana U-21 dan meraih kemenangan meyakinkan 3-0.

Meski beberapa agenda uji coba lain melawan tim seperti Kariba dan Grenada akhirnya dibatalkan, persiapan Iran tetap berjalan sesuai rencana. Dengan kondisi yang jauh dari ideal, Tim Melli kini berupaya membuktikan bahwa tantangan di luar lapangan tidak akan menghalangi ambisi mereka untuk tampil kompetitif di Piala Dunia 2026.

Leave a Reply