KurasiNews.com Keputusan Persija Jakarta memberikan kontrak selama tiga tahun kepada Shin Tae-yong langsung menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Di tengah tren klub-klub yang umumnya memberikan kontrak jangka pendek kepada pelatih, Macan Kemayoran justru memilih langkah berbeda dengan mengikat mantan pelatih Timnas Indonesia itu dalam proyek jangka panjang.
Langkah tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menilai Persija ingin memberi waktu lebih kepada Shin untuk membangun fondasi tim yang kuat, sementara lainnya melihat keputusan itu sebagai bentuk kepercayaan penuh manajemen terhadap kapasitas pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Di balik durasi kontrak yang terbilang panjang itu, Persija ternyata tidak hanya menargetkan prestasi instan di lapangan. Manajemen klub memiliki visi yang lebih besar, yakni menjadikan Shin Tae-yong sebagai bagian dari proses transformasi klub dalam beberapa tahun ke depan.
Persija Siapkan Proyek Jangka Panjang Bersama Shin Tae-yong
Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala untuk musim 2026-2027. Namun yang menarik perhatian bukan hanya kedatangan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut, melainkan durasi kontrak yang diberikan manajemen.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, mengungkapkan bahwa Shin akan mendapatkan kontrak selama tiga tahun. Menurutnya, keputusan itu diambil karena klub sedang menjalankan proses pembangunan yang membutuhkan waktu dan kesinambungan.
“Dan durasi kontrak kita itu kurang lebih 3 tahun. Alasan kontrak 3 tahun ya tadi itu kan kita berproses, jadi tentunya Coach Shin juga perlu terlibat dalam infrastruktur Persija nanti,” kata Prapanca dalam konferensi pers.
Persija tidak ingin sekadar mendatangkan pelatih untuk mengejar hasil dalam satu musim. Klub ibu kota tersebut berharap Shin dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang berkelanjutan.
Tak Hanya Mengejar Gelar, Shin Diminta Bangun Fondasi Klub
Manajemen Persija melihat Shin Tae-yong sebagai sosok yang memiliki pengalaman membangun tim dari level dasar. Pengalaman tersebut terbukti saat ia menangani Timnas Indonesia selama lima tahun dan terlibat dalam pembinaan pemain dari berbagai kelompok usia.
Karena itu, Persija berharap kontribusi Shin tidak berhenti di ruang ganti atau pinggir lapangan. Pelatih berusia 55 tahun itu juga diharapkan berperan dalam pengembangan akademi dan pembinaan pemain muda klub.
“Termasuk untuk pengembangan pemain muda kita dan semua kita mencoba mengakselerasi selama 3 tahun ke depan ini gitu,” lanjut Prapanca.
Target tersebut sejalan dengan upaya Persija untuk menciptakan regenerasi pemain yang lebih terstruktur. Klub ingin memiliki sistem pembinaan yang mampu menghasilkan talenta berkualitas secara berkelanjutan tanpa selalu bergantung pada perekrutan pemain jadi.
Shin Bawa Tim Sendiri dan Siap Bentuk Era Baru Persija
Sebagai bagian dari proyek jangka panjang tersebut, Persija juga memberikan keleluasaan kepada Shin Tae-yong untuk membawa staf kepelatihannya sendiri.
Prapanca menjelaskan bahwa langkah itu diambil agar proses adaptasi dan penerapan filosofi permainan bisa berjalan lebih cepat.
“Untuk tim pelatih dan asisten tentunya tadi karena format kita prosesnya pengen cepat, tentunya biar Coach Shin tidak pusinglah, jadi dia membentuk satu tim sendiri yang dibawa oleh Coach Shin ya gitu,” ujarnya.
Shin kemudian mengonfirmasi bahwa sebagian besar asistennya merupakan sosok yang pernah bekerja bersamanya saat menangani Timnas Indonesia.
“Untuk asisten pelatih, pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di Timnas juga bersama coach Shin,” ujar Shin Tae-yong melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo atau Jeje.
Selain itu, Shin juga membuka peluang mendatangkan beberapa pemain yang pernah menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia. Namun ia menegaskan bahwa semua keputusan transfer akan mempertimbangkan situasi kontrak dan kebutuhan tim.
“Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya ya yang bersama saya.”
“Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa, contoh ya seperti kontrak mungkin sudah terikat bersama tim-tim sekarang dan lain-lain juga.”
Dengan kontrak tiga tahun yang diberikan Persija, Shin Tae-yong kini memiliki waktu yang cukup untuk membangun identitas permainan, mengembangkan pemain muda, sekaligus membawa klub menuju target prestasi yang lebih besar. Bagi Persija, proyek ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga membangun fondasi kuat yang bisa bertahan dalam jangka panjang.





























