Shin Tae-yong Sampai Tolak Tawaran Klub Jepang dan China Demi Persija, Ini Alasannya

KurasiNews.com – Kehadiran Shin Tae-yong di Persija Jakarta menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Pelatih asal Korea Selatan yang memiliki hubungan emosional kuat dengan sepak bola Indonesia itu akhirnya kembali ke Tanah Air, kali ini bukan sebagai pelatih tim nasional, melainkan sebagai arsitek baru Macan Kemayoran.

Keputusan tersebut ternyata tidak diambil secara instan. Di tengah tingginya reputasi yang dimilikinya setelah sukses menangani Timnas Indonesia selama lebih dari lima tahun, Shin mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima sejumlah tawaran dari luar negeri. Beberapa klub dari Jepang dan China bahkan disebut lebih dulu mengajukan proposal kerja sama sebelum Persija datang dengan proyek jangka panjang.

Namun, alih-alih memilih tantangan baru di luar Indonesia, Shin justru menjatuhkan pilihannya kepada Persija Jakarta. Baginya, faktor kedekatan dengan lingkungan sepak bola Indonesia menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, proyek pengembangan tim yang ditawarkan manajemen Persija dinilai sejalan dengan visi kepelatihannya untuk membangun fondasi klub yang kuat dalam jangka panjang.

Shin Tae-yong Ungkap Alasan Tolak Tawaran Jepang dan China

Shin Tae-yong secara terbuka mengungkapkan bahwa sebelum menerima pinangan Persija Jakarta, dirinya telah mendapatkan tawaran dari sejumlah klub yang berkompetisi di Jepang dan China.

“Ada banyak hal kenapa harus memilih Jakarta. Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari Liga Jepang dan China,” kata Shin Tae-yong dalam kanal YouTube resmi Persija.

Meski mengakui tawaran tersebut cukup menarik, pelatih berusia 55 tahun itu merasa akan menghadapi tantangan lebih besar jika harus memulai karier di lingkungan yang benar-benar baru.

Menurutnya, proses adaptasi sebagai pelatih asing di China membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ia harus memahami budaya sepak bola setempat, karakter pemain, hingga sistem kompetisi yang berbeda.

“Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa. Tetapi kan ya kalau Jakarta saya sangat kenal,” ujar STY.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman panjangnya bersama Timnas Indonesia menjadi modal penting. Selama bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Indonesia, Shin telah memahami kultur sepak bola nasional, karakter pemain lokal, hingga ekspektasi suporter.

Faktor itulah yang diyakini membuat proses adaptasinya di Persija akan berlangsung lebih cepat dibandingkan jika menerima tawaran dari negara lain.

Persija Siapkan Proyek Tiga Tahun Bersama STY

Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala pada 8 Juni 2026 dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS). Ia ditunjuk untuk menggantikan Mauricio Souza yang dinilai gagal memenuhi target klub pada musim sebelumnya.

Manajemen Persija memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. Kontrak jangka panjang itu bukan tanpa alasan.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa klub tidak hanya menginginkan hasil instan, melainkan pembangunan sistem yang berkelanjutan.

“[Kontraknya] kurang lebih tiga tahun. Alasan kontrak tiga tahun, karena kita berproses karena tentunya coach Shin harus terlibat dengan pengembangan infrastruktur dan pengembangan pemain muda. Semua kami mencoba mengakselerasi selama tiga tahun ke depan ini,” ujar Prapanca.

Keputusan menunjuk Shin juga tak lepas dari capaian Persija pada musim 2025/2026. Meski tampil cukup kompetitif, Macan Kemayoran gagal meraih gelar juara yang menjadi target utama manajemen.

Persija mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Mereka berada di bawah Borneo FC yang finis sebagai runner-up dan Persib Bandung yang keluar sebagai juara kompetisi.

Kondisi tersebut membuat manajemen merasa perlu menghadirkan sosok pelatih dengan pengalaman besar dan kemampuan membangun proyek jangka panjang.

Filosofi STY: Hanya Pemain Berkarakter yang Akan Bertahan

Selain membahas alasannya memilih Persija, Shin Tae-yong juga menjelaskan filosofi yang akan diterapkannya kepada skuad Macan Kemayoran.

Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut, kualitas teknik saja tidak cukup untuk membawa sebuah tim menuju kesuksesan. Ia lebih mengutamakan pemain yang memiliki mental bertarung, disiplin tinggi, dan rela berkorban demi kepentingan tim.

“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” tegas STY.

Ia mencontohkan bahwa seorang penyerang modern harus siap membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola. Bagi Shin, sikap tersebut menjadi indikator penting untuk menilai komitmen seorang pemain terhadap tim.

“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shin percaya bahwa semangat pengorbanan akan menciptakan solidaritas yang kuat di dalam tim. Ketika satu pemain menunjukkan kerja keras luar biasa, pemain lain akan terdorong melakukan hal serupa.

“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” katanya.

Filosofi tersebut bukan hal baru dalam perjalanan karier Shin Tae-yong. Saat menangani Timnas Indonesia sejak Desember 2019 hingga Januari 2025, ia dikenal sebagai pelatih yang sangat menekankan disiplin, kerja keras, dan intensitas permainan.

Selama masa kepemimpinannya, Shin berhasil membawa Timnas Indonesia meraih sejumlah pencapaian penting, mulai dari runner-up Piala AFF 2020, medali perunggu SEA Games 2021, meloloskan Indonesia U-20 ke putaran final Piala Asia U-20 2023, hingga membantu meningkatkan posisi Indonesia dalam ranking FIFA.

Kini, tantangan baru menantinya di level klub. Dengan dukungan penuh manajemen dan antusiasme besar dari The Jakmania, Shin Tae-yong menegaskan siap memberikan yang terbaik untuk Persija.

“Target ingin dapat prestasi yang baik dan berusaha semaksimal mungkin dan ingin memberikan penampilan terbaik bersama Persija hingga mencapai posisi terbaik,” tutup Shin Tae-yong.

Leave a Reply