KurasiNews.com – Penantian panjang pendukung Arsenal akhirnya benar-benar berakhir pada musim 2025/2026. Setelah lebih dari dua dekade tanpa gelar liga, The Gunners sukses mengunci trofi Premier League dan menorehkan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah klub.
Gelar ini terasa spesial karena Arsenal tidak hanya menang lewat permainan menyerang, tetapi juga lewat pertahanan yang nyaris sempurna sepanjang musim.
Keberhasilan Arsenal musim ini juga menjadi bukti keberhasilan proyek jangka panjang yang dibangun pelatih Mikel Arteta. Setelah beberapa musim hanya finis sebagai runner-up, klub asal London Utara itu akhirnya mampu menjaga konsistensi hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
Data dari laman resmi Premier League menunjukkan Arsenal menjadi tim dengan jumlah clean sheet terbanyak dan kebobolan paling sedikit sepanjang musim.
Momentum juara semakin terasa saat Arsenal menundukkan Burnley 1-0 di Emirates Stadium lewat gol tunggal Kai Havertz, Selasa (19/5/2026).
Kemenangan tersebut membuat nasib gelar sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri sebelum akhirnya dipastikan juara usai Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan AFC Bournemouth. Data dan statistik musim ini dirilis melalui laman resmi Premier League dan situs resmi Arsenal.
Gol Kai Havertz Jadi Titik Penentu
Laga kontra Burnley menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi Arsenal musim ini. Bermain di Emirates Stadium, The Gunners tampil dominan sejak menit awal dan akhirnya memecah kebuntuan lewat penyelesaian Kai Havertz pada babak pertama.
Meski hanya menang tipis 1-0, Arsenal menunjukkan mentalitas juara dengan kemampuan bertahan yang sangat disiplin. Burnley sempat memberikan tekanan di babak kedua, tetapi lini belakang Arsenal kembali tampil solid untuk menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rekor impresif Arsenal dengan empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Catatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa skuad Mikel Arteta memang layak menjadi juara Premier League musim ini.
Sebelum laga Manchester City dimulai, Arsenal sebenarnya masih harus menunggu hasil pesaing terdekat mereka. Namun hasil imbang City di kandang Bournemouth memastikan Arsenal tidak lagi terkejar di puncak klasemen dengan koleksi 82 poin dari 37 pertandingan.

Pertahanan Arsenal Jadi Kunci Juara
Jika biasanya tim juara identik dengan lini depan tajam, Arsenal musim ini justru menonjol lewat kekuatan pertahanan. Berdasarkan statistik resmi Premier League, Arsenal menjadi tim dengan jumlah clean sheet terbanyak, yakni 19 pertandingan.
Tak hanya itu, mereka juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang musim, hanya 26 gol. Angka tersebut memperlihatkan betapa sulitnya lawan menciptakan peluang berbahaya saat menghadapi Arsenal.
Statistik lain juga memperkuat dominasi pertahanan mereka. Arsenal mencatat expected goals against (xGA) paling rendah di liga, yakni 27,32. Lawan hanya mampu menciptakan sekitar delapan tembakan per laga ketika menghadapi skuad Mikel Arteta.
Rata-rata shot on target yang diterima Arsenal bahkan hanya sekitar 2,4 tembakan per pertandingan. Mereka juga menjadi tim yang paling sukses membatasi lawan masuk ke area kotak penalti.
Peran David Raya pun sangat besar di balik kesuksesan ini. Kiper asal Spanyol tersebut kembali tampil konsisten dan berpeluang meraih penghargaan Golden Glove setelah mencatat 18 clean sheet musim ini.
Di sisi lain, lini serang Arsenal tetap produktif. Mereka mampu mencetak 69 gol sepanjang musim, hanya kalah dari Manchester City yang mengoleksi 76 gol. Kombinasi pertahanan kokoh dan serangan efektif menjadi formula utama Arsenal menuju tangga juara.
Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun
Keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026 memiliki makna historis bagi klub. Ini menjadi gelar liga pertama mereka sejak musim 2003/2004, ketika era “Invincibles” masih dipimpin Thierry Henry dan Arsène Wenger.
Selain mengakhiri penantian 22 tahun, gelar ini juga menjadi trofi Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah Arsenal dan yang keempat sejak format Premier League dimulai.
Musim-musim sebelumnya Arsenal sempat mendapat sorotan karena selalu gagal di fase akhir perburuan gelar. Bahkan muncul anggapan bahwa mereka hanya menjadi “penjaga trofi” untuk klub lain setelah beberapa kali finis runner-up di belakang Manchester City.
Namun musim ini cerita berubah total. Arsenal tampil lebih matang, lebih tenang, dan jauh lebih efisien dalam mengamankan poin penting. Mereka tidak selalu menang dengan skor besar, tetapi mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Sementara itu, Manchester City harus puas finis di posisi kedua setelah hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth. Gol Erling Haaland di masa injury time tidak cukup untuk menjaga peluang juara tim asuhan Pep Guardiola.
Bagi Arsenal, musim 2025/2026 bukan sekadar soal trofi. Ini adalah simbol keberhasilan membangun ulang klub dengan fondasi kuat, pemain muda berkembang, serta identitas permainan yang semakin matang. Setelah penantian panjang selama dua dekade, Meriam London akhirnya kembali menjadi penguasa Inggris.














