Start Posisi 20, Finis 8 Besar! Media Italia Sebut Veda Ega Pratama Pembalap Terbaik Moto3 Catalunya 2026
  • May 20, 2026
  • Veda Kiran Cakra
  • 0

KurasiNews.com – Performa Veda Ega Pratama di ajang Moto3 Catalunya 2026 kembali menarik perhatian publik balap internasional.

Pembalap muda asal Gunungkidul itu tampil impresif di Sirkuit Barcelona-Catalunya dengan menunjukkan kemampuan overtaking dan konsistensi yang jarang dimiliki rookie berusia 17 tahun. Meski memulai balapan dari posisi ke-20, Veda mampu menembus delapan besar saat garis finis.

Pencapaian tersebut semakin spesial karena media otomotif Italia, GP One, menyebut Veda sebagai salah satu pembalap dengan performa terbaik pada balapan Moto3 Catalunya 2026.

Penilaian itu bukan tanpa alasan. Di tengah persaingan ketat kelas Moto3 yang dikenal penuh duel agresif dan perubahan posisi cepat, Veda justru mampu menjaga ritme balapan dengan sangat matang hingga akhir lomba.

Musim debut pembalap Honda Team Asia itu memang mulai menunjukkan tren positif. Dari enam seri yang sudah berlangsung pada Moto3 2026, Veda lima kali berhasil finis di posisi 10 besar. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa talenta muda Indonesia ini bukan sekadar tampil mengejutkan dalam satu balapan, melainkan mulai menunjukkan konsistensi di level dunia.

Start dari Barisan Belakang, Veda Tampil Mengejutkan

Balapan Moto3 Catalunya yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026), menjadi salah satu pembuktian terbesar Veda musim ini. Setelah gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2), ia harus memulai balapan dari posisi ke-20.

Dalam balapan Moto3, posisi start sering kali sangat menentukan hasil akhir karena karakter kelas ini dipenuhi rombongan besar pembalap dengan selisih waktu yang sangat rapat. Namun situasi tersebut tidak membuat Veda kehilangan peluang.

Sejak lap awal, pembalap Indonesia itu langsung tampil agresif namun tetap terukur. Ia perlahan menyalip sejumlah rival dan menjaga konsistensi kecepatan di tiap sektor lintasan. Bahkan pada beberapa lap terakhir, Veda mampu mendekati grup depan yang sedang bersaing memperebutkan podium.

GP One menilai performa rookie Honda Team Asia tersebut sebagai salah satu yang paling solid sepanjang balapan. Media Italia itu menyebut Veda sebagai pembalap Honda terbaik pada seri Catalunya setelah berhasil finis kedelapan usai start dari posisi ke-20.

Sementara itu, kemenangan Moto3 Catalunya diraih Maximo Quiles dari Aspar Team dengan catatan waktu 32 menit 28,964 detik. Podium kemudian dilengkapi Alvaro Carpe dan David Munoz.

Meski para pembalap podium tampil impresif, sorotan justru banyak tertuju pada kemampuan Veda melakukan recovery race dari posisi belakang.

Konsistensi Jadi Kekuatan Utama Veda

Moto3 Catalunya bukan kali pertama Veda menunjukkan kemampuan menyalip banyak pembalap dalam satu balapan. Sebelumnya pada seri Spanyol, ia juga tampil luar biasa setelah start dari posisi ke-17 dan berhasil finis keenam.

Kemampuan melakukan start cepat dan membaca celah overtaking menjadi salah satu kekuatan utama Veda musim ini. Hal tersebut membuatnya tetap kompetitif meski memulai balapan dari posisi kurang ideal.

Berikut catatan performa Veda Ega Pratama dalam enam seri Moto3 2026:

  • Thailand: start 5, finis 5
  • Brasil: start 4, finis 3
  • Amerika Serikat: start 4, tidak finis
  • Spanyol: start 17, finis 6
  • Prancis: start 6, finis 4
  • Catalunya: start 20, finis 8

Data tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa seorang rookie di level Moto3. Dari enam seri, hanya satu balapan yang gagal ia selesaikan.

Pencapaian terbaik sejauh ini hadir di Moto3 Brasil saat Veda sukses finis podium ketiga. Hasil itu menjadi sinyal bahwa pembalap muda Indonesia ini memiliki potensi bersaing dalam perebutan podium secara reguler jika mampu mempertahankan stabilitas performa.

Kualifikasi Jadi PR Besar Menuju Podium

Meski performa balapan Veda terus mendapat pujian, ada satu aspek yang masih menjadi perhatian, yakni sesi kualifikasi. Beberapa kali Veda harus memulai balapan dari posisi belakang akibat kurang maksimal pada sesi penentuan grid.

Padahal jika mampu start dari barisan depan, peluangnya untuk meraih podium bahkan kemenangan akan jauh lebih besar. Hal itu sudah terlihat di Moto3 Brasil ketika ia memulai balapan dari posisi keempat dan sukses finis ketiga.

Moto3 merupakan kelas yang sangat kompetitif karena slipstream dan pertarungan grup depan sangat menentukan hasil akhir. Posisi start yang baik dapat membantu pembalap menghemat ban, menjaga ritme, dan menghindari insiden di tengah rombongan.

Karena itu, peningkatan performa saat kualifikasi akan menjadi faktor penting bagi perkembangan Veda di sisa musim 2026. Jika mampu mengombinasikan kemampuan race pace dengan posisi start yang lebih ideal, peluang pembalap muda Indonesia tersebut untuk meraih kemenangan pertamanya di Moto3 terbuka lebar.

Di usia yang masih 17 tahun, konsistensi dan keberanian Veda Ega Pratama menghadapi tekanan di level dunia sudah menjadi modal besar untuk masa depan balap motor Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *