Pelatih Mozambik Akui Timnas Indonesia Terlalu Kuat, Sebut Garuda Pantas ke Piala Dunia 2030

KurasiNews.com – Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang membuat lawan-lawan internasional mulai menaruh respek. Meski langkah Garuda menuju Piala Dunia 2026 terhenti di babak kualifikasi, optimisme terhadap masa depan sepak bola Indonesia justru semakin menguat.

Salah satu dukungan datang dari pelatih tim nasional Mozambik, Chiquinho Conde, yang menilai Indonesia memiliki modal besar untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia pada edisi berikutnya.

Pandangan tersebut bukan sekadar basa-basi setelah pertandingan. Conde melihat secara langsung kualitas skuad Garuda ketika timnya menghadapi Indonesia dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa. Dalam laga itu, Indonesia berhasil menang tipis 1-0 berkat gol cepat Ole Romeny.

Menurut Conde, perkembangan yang ditunjukkan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan. Kombinasi antara kualitas pemain, dukungan publik yang luar biasa, dan keberadaan staf pelatih yang kompeten membuat peluang Indonesia menuju Piala Dunia 2030 terbuka lebar.

Bahkan, pelatih berusia 60 tahun tersebut secara terang-terangan menyebut Indonesia memiliki kapasitas untuk tampil di turnamen yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol.

Chiquinho Conde Yakin Indonesia Bisa Tembus Piala Dunia 2030

Kekalahan 0-1 yang dialami Mozambik tidak mengurangi rasa hormat Conde terhadap kualitas permainan Indonesia. Seusai pertandingan, ia mengaku terkesan dengan kekuatan yang diperlihatkan skuad asuhan Patrick Kluivert.

“Saya pikir begitu, Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, saya pikir dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, dan mereka pasti akan mampu lolos pada tahun 2030,” kata Conde dalam konferensi pers pascalaga di SUGBK.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena datang dari sosok yang telah lama berkecimpung di sepak bola internasional. Conde memahami betul tantangan yang harus dihadapi sebuah negara untuk mencapai putaran final Piala Dunia.

Baik Indonesia maupun Mozambik sejatinya memiliki kesamaan nasib. Keduanya belum pernah merasakan tampil di putaran final Piala Dunia. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia gagal melangkah lebih jauh setelah tersingkir di putaran keempat zona Asia usai menghadapi Arab Saudi dan Irak.

Sementara itu, Mozambik juga gagal mengamankan tiket setelah hanya mampu finis di posisi ketiga Grup G kualifikasi zona Afrika, di bawah Aljazair dan Uganda.

Meski demikian, Conde berharap kedua negara bisa sama-sama mewujudkan mimpi tersebut empat tahun mendatang.

“Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama,” ujarnya sambil tersenyum.

Akui Garuda Tampil Sangat Kuat

Selain memberikan prediksi positif untuk masa depan Indonesia, Conde juga mengulas jalannya pertandingan yang baru saja berlangsung. Ia mengakui timnya kesulitan menghadapi tekanan dan intensitas permainan yang diperagakan para pemain Indonesia sejak menit awal.

Gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Bagi Mozambik, hasil itu memperpanjang tren negatif setelah sebelumnya kalah dari Oman (1-4), Nigeria (0-4), dan Kamerun (1-2).

“Saya rasa tim Indonesia tampil sangat kuat, sangat kuat. Kami tahu bahwa, setelah kekalahan melawan Oman, kami harus lebih berhati-hati dalam fase membangun serangan awal untuk menghindari kesalahan, dan semuanya berjalan sebaliknya,” kata Conde.

Menurutnya, tim Mozambik gagal menjalankan rencana permainan pada babak pertama. Kesalahan saat membangun serangan membuat keseimbangan tim terganggu dan membuka ruang bagi Indonesia untuk mendominasi permainan.

“(Pada babak pertama) Kami tidak bisa membangun permainan secara efektif, tim menjadi tidak seimbang, dan tim Indonesia memanfaatkan kesempatan itu dan mencetak gol yang indah,” tambahnya.

Meski tertinggal, Mozambik mencoba bangkit pada babak kedua. Sejumlah penyesuaian dilakukan sehingga permainan menjadi lebih kompetitif dan beberapa peluang berbahaya berhasil diciptakan melalui skema serangan balik.

“Jadi, kami berhasil menyesuaikan diri,” ujar Conde.

Suporter Garuda Jadi Sorotan

Tak hanya kualitas pemain yang mendapat pujian, atmosfer luar biasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno juga meninggalkan kesan mendalam bagi pelatih asal Mozambik tersebut.

Dalam pertandingan melawan Mozambik, sebanyak 29.889 penonton hadir memberikan dukungan langsung kepada Timnas Indonesia. Angka tersebut meningkat dibanding laga sebelumnya saat Indonesia mengalahkan Oman 3-0 yang disaksikan 23.677 suporter.

Conde menilai dukungan publik merupakan salah satu elemen penting yang membantu perkembangan sebuah tim nasional. Baginya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pemain dan pelatih, tetapi juga keterlibatan suporter serta seluruh elemen pendukung sepak bola.

“Para penonton bersorak sangat, sangat antusias untuk tim Indonesia, yang sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang.”

“Dan saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain, harus ada simbiosis antara para pemain, penonton, dan seluruh struktur,” kata dia.

Di sisi lain, Conde tetap menemukan sisi positif dari agenda FIFA Match Day bulan ini. Ia mengaku puas karena mendapatkan kesempatan menguji sejumlah wajah baru yang diproyeksikan menjadi bagian penting Mozambik pada masa depan.

“Dalam pertandingan pertama melawan Oman kami menggunakan enam pemain baru yang telah debut di tim nasional A. Tiga di antaranya bermain untuk tim nasional dua kali.”

“Jadi, pertandingan-pertandingan FIFA ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mengamati pemain-pemain baru untuk masa depan,” tutup pelatih yang mulai menangani Mozambik sejak Juli 2021 tersebut.

Pujian dari Chiquinho Conde menambah daftar pengakuan internasional terhadap kemajuan Timnas Indonesia. Meski target menuju Piala Dunia masih panjang, kepercayaan dari pelatih lawan menjadi sinyal bahwa Garuda kini semakin diperhitungkan di level global.