KurasiNews.com – Persaingan antara Timnas Indonesia dan Vietnam dipastikan kembali memanas menjelang bergulirnya Piala ASEAN 2026. Rivalitas yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang paling menarik di kawasan Asia Tenggara kini memasuki babak baru, bahkan sebelum turnamen resmi dimulai.
Sinyal perang strategi mulai terlihat ketika pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik, Selasa. Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut sontak menjadi sorotan karena Vietnam dan Indonesia tergabung dalam grup yang sama pada ajang Piala ASEAN 2026 yang akan berlangsung akhir Juli mendatang.
Bagi banyak pengamat, langkah Kim Sang-sik bukan sekadar kunjungan biasa. Kehadirannya dianggap sebagai bagian dari upaya mengumpulkan informasi dan membaca kekuatan calon lawan. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman pun tak menampik kemungkinan tersebut.
Herdman Sebut Kim Sang-sik Sedang Mengintip Kekuatan Garuda
Usai pertandingan di SUGBK, Herdman mengaku menyadari keberadaan pelatih Vietnam tersebut di tribun stadion. Menurutnya, Sang-sik kemungkinan besar tengah melakukan pemantauan terhadap para pemain dan pola permainan Indonesia.
“Saya pikir pelatih Vietnam malam ini sedang melakukan pemantauan pemain dan tim (Indonesia),” kata Herdman dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Kim Sang-sik memang terlihat memasuki tribun VIP Barat SUGBK pada babak kedua. Kehadirannya tertangkap kamera para wartawan saat Indonesia sedang unggul 1-0 atas Mozambik berkat gol Ole Romeny pada menit ke-11.
Pelatih Vietnam itu juga tidak menutupi tujuannya datang ke Jakarta. Sang-sik mengakui dirinya memang sedang mengamati perkembangan permainan Timnas Indonesia menjelang pertemuan kedua tim di kompetisi regional mendatang.
Tim yang Dipantau Belum Tentu Jadi Kekuatan Utama di ASEAN 2026
Meski menyadari timnya sedang diamati rival, Herdman menilai apa yang disaksikan Kim Sang-sik belum tentu menjadi gambaran utuh kekuatan Indonesia di Piala ASEAN 2026.
Pelatih asal Kanada tersebut menjelaskan bahwa skuad yang tampil saat FIFA Matchday Juni berbeda dengan tim yang kemungkinan akan diturunkan pada turnamen ASEAN nanti. Saat menghadapi Mozambik, Indonesia diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di Eropa.
Sebaliknya, pada Piala ASEAN 2026, komposisi tim diperkirakan akan lebih banyak diisi pemain lokal yang berkompetisi di dalam negeri.
“Kami sudah mengerjakan beberapa hal itu sejak Mei. Jeda internasional Juni memang berbeda karena kami diperkuat banyak pemain yang berbasis di Eropa,” ujar Herdman.
Ia menambahkan bahwa atmosfer dan karakter turnamen ASEAN akan berbeda dibanding agenda FIFA Matchday.
“AFF juga akan menjadi turnamen yang berbeda. Jadi semoga dia mendapatkan kesempatan melihat beberapa pemain kami malam ini. Dan saya mendoakan yang terbaik untuknya,” tambah Herdman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menyimpan sejumlah kartu yang mungkin belum sepenuhnya terlihat oleh tim lawan.
Indonesia dan Vietnam Bersiap Bentrok di Grup Neraka
Indonesia dan Vietnam tergabung di Grup A Piala ASEAN 2026 bersama Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Grup ini diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif dalam turnamen.
Pertemuan Indonesia melawan Vietnam dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Stadion Pakansari, Bogor. Sebelum laga tersebut, skuad Garuda terlebih dahulu akan menghadapi Kamboja pada 27 Juli di stadion yang sama.
Secara historis, duel kedua negara selalu berlangsung sengit. Dari total 31 pertemuan, Indonesia mencatatkan 11 kemenangan, sementara Vietnam mengoleksi sembilan kemenangan. Sisanya berakhir imbang.
Menariknya, tren beberapa tahun terakhir menunjukkan Indonesia mulai unggul atas rivalnya tersebut. Dalam empat pertemuan terakhir melawan The Golden Stars, Tim Garuda berhasil meraih tiga kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Satu-satunya kekalahan itu terjadi saat Indonesia takluk 0-1 dari Vietnam pada Kejuaraan ASEAN 2024. Rekor positif tersebut tentu menjadi modal berharga bagi skuad Merah Putih saat kembali berhadapan dengan tim asuhan Kim Sang-sik.
Dengan semakin dekatnya Piala ASEAN 2026, perang strategi antara kedua tim tampaknya sudah dimulai. Kehadiran Kim Sang-sik di SUGBK menjadi bukti bahwa Vietnam tidak ingin kecolongan dalam membaca kekuatan Indonesia. Namun di sisi lain, Herdman memberi sinyal bahwa apa yang dilihat sang rival mungkin belum sepenuhnya mencerminkan wajah asli Timnas Indonesia yang akan tampil di turnamen nanti.





























