BHR Ojol Lebaran 2026 Cair! GoTo dan Grab Naikkan Anggaran Hingga Rp110 Miliar, Ini Rinciannya. Ilustrasi istockphoto

Kurasinews.com – Bonus Hari Raya (BHR) untuk ojek online (ojol) kembali menjadi sorotan menjelang Lebaran 2026.

Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan biaya mudik Idulfitri 1447 H, kabar pencairan BHR tentu menjadi angin segar bagi ratusan ribu mitra pengemudi roda dua maupun roda empat.

Tahun ini, nilai dan alokasi anggaran BHR dari perusahaan ride-hailing mengalami kenaikan signifikan.

Pemerintah bersama perusahaan aplikasi memastikan penyaluran dilakukan sebelum hari raya, sehingga para mitra dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan Lebaran bersama keluarga.

GoTo Salurkan BHR 4–6 Maret 2026

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali menyalurkan Bonus Hari Raya bagi mitra driver. Penyaluran dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Maret 2026 melalui saldo GoPay Mitra.

Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa BHR merupakan bentuk apresiasi sekaligus semangat kekeluargaan perusahaan dalam menyambut Idulfitri.

“Kami menyalurkan BHR sebagai bentuk apresiasi GoTo atas kontribusi mitra dalam menjaga kualitas serta keandalan layanan kepada pelanggan dalam 12 bulan terakhir, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan perusahaan,” kata Hans dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyaluran BHR dilakukan dengan prinsip keberimbangan. Ada dua indikator utama dalam menentukan penerima, yakni tingkat penggunaan platform sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan yang diukur dari jam online, serta kualitas pelayanan berdasarkan penerimaan dan penyelesaian order.

Skema Kategori dan Kenaikan Nominal Signifikan

Berdasarkan kriteria tersebut, GoTo membagi penerima ke dalam tiga kelompok.

Mitra Juara, yakni mitra yang menjadikan Gojek sebagai sumber penghasilan utama dengan produktivitas tinggi dan kualitas layanan konsisten.

Mitra Andalan, yaitu mitra dengan produktivitas sedang yang menjadikan platform sebagai sumber pendapatan tambahan.

Mitra Harapan, yakni mitra dengan tingkat produktivitas relatif lebih rendah atau tingkat penyelesaian order yang cukup.

Hans menyebut skema ini dirancang berdasarkan evaluasi penyaluran tahun sebelumnya serta dinamika di lapangan.

“Kami memahami bahwa perjalanan setiap mitra berbeda, ada yang dapat aktif penuh selama 12 bulan, ada pula yang sempat beristirahat karena kondisi kesehatan atau tanggung jawab keluarga. Oleh karena itu, tahun ini kami merancang penyempurnaan kategori penerima BHR berdasarkan pemahaman mendalam terhadap dinamika dan tantangan di lapangan,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, GoTo meningkatkan alokasi lebih dari dua kali lipat, dari Rp50 miliar pada 2025 menjadi Rp110 miliar pada 2026.

Untuk mitra roda dua, BHR berkisar antara Rp150.000 hingga Rp900.000. Sedangkan mitra roda empat menerima Rp200.000 hingga Rp1.600.000.

Nominal terendah pun melonjak tajam dibanding tahun lalu, dari Rp50.000 menjadi Rp150.000 untuk roda dua dan Rp200.000 untuk roda empat.

BHR sendiri merupakan bagian dari Program Apresiasi Mitra (PAM) GoTo yang juga mencakup BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan gratis sejak Desember 2025, voucher operasional, bursa kerja mitra, beasiswa, hingga Program Usaha Mitra Swadaya.

Grab Ikut Gandakan Anggaran BHR

Tak hanya GoTo, Grab Indonesia juga memastikan kenaikan signifikan anggaran BHR tahun ini, yakni menjadi Rp100–110 miliar, dua kali lipat dibandingkan 2025.

Program BHR Grab dibagi ke dalam tujuh kategori untuk mitra GrabBike dan GrabCar berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas selama periode penilaian.

Untuk kategori tertinggi, mitra GrabBike berpotensi menerima hingga Rp850.000, sementara mitra GrabCar bisa memperoleh hingga Rp1.600.000.

Pada kategori terendah, nominal naik tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar.

Penyaluran dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idulfitri, dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.

Berdasarkan data internal Grab per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra terdaftar, terdapat 700.000 hingga 800.000 mitra aktif setiap bulan yang menerima minimal satu order.

Tahun ini, lebih dari 400.000 mitra aktif dengan produktivitas tinggi dipastikan menerima BHR.

Dukungan Pemerintah untuk Lebaran 2026

Program BHR 2026 diumumkan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan, didampingi perwakilan platform seperti Grab, Gojek, Maxim, dan inDrive.

Momentum Lebaran 2026 menjadi fokus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dengan pencairan BHR lebih awal, diharapkan para pengemudi ojol dapat mempersiapkan kebutuhan mudik lebaran 2026, berbagi dengan keluarga, sekaligus tetap menjaga produktivitas layanan selama periode arus mudik dan balik.

Kenaikan anggaran dan transparansi skema penyaluran menjadi sinyal bahwa BHR bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan mitra di tengah tingginya mobilitas dan kebutuhan ekonomi menjelang Hari Raya. (VK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *