Video Gunung Kawi Pesulap Merah Viral, Nama Artis hingga Politikus Ikut Terseret

KurasiNews.com -Nama Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah kembali menjadi sorotan publik setelah videonya tentang Gunung Kawi viral di media sosial. Konten tersebut ramai diperbincangkan karena membahas lokasi yang selama ini kerap dikaitkan dengan ritual pesugihan, pencarian keberuntungan, hingga praktik spiritual tertentu.

Perbincangan publik semakin meluas setelah muncul klaim mengenai sejumlah nama selebritas dan tokoh publik yang disebut pernah datang ke kawasan Gunung Kawi. Hal itu memicu beragam spekulasi di media sosial, mulai dari dugaan keterlibatan ritual mistis hingga sekadar kunjungan wisata budaya atau lokasi syuting konten.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana isu mistis dan budaya lokal masih memiliki daya tarik besar di ruang digital Indonesia. Gunung Kawi sendiri sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi spiritual di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang, baik dari sisi religi, budaya, maupun mitos yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, Marcel menegaskan bahwa videonya dibuat untuk memberikan sudut pandang edukatif dan tidak bertujuan menyerang pihak tertentu.

Awal Mula Pesulap Merah Membahas Gunung Kawi

Dalam konferensi pers setelah videonya viral, Marcel mengaku sudah lama menerima permintaan dari netizen untuk membahas fenomena Gunung Kawi. Banyak warganet penasaran mengenai ritual yang dipercaya sebagian orang berkaitan dengan pesugihan dan tumbal.

“Memang kan udah lama ya banyak yang ng-request saya untuk bongkar pesugihan di Gunung Kawi sebenarnya apa gitu, beneran pakai tumbal atau enggak dan semacamnya,” ujar Pesulap Merah dikutip dari unggahan Instagramnya, Selasa (19/5/2026).

Rasa penasaran tersebut akhirnya membuat Marcel datang langsung ke lokasi. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana aktivitas spiritual di kawasan itu berlangsung dan mencari penjelasan dari pihak yang dianggap memahami sejarah Gunung Kawi.

Saat berbincang dengan seorang kuncen, Marcel mengaku cukup terkejut karena narasumber tersebut menyebut sejumlah nama figur publik secara terbuka tanpa menggunakan inisial.

“Setelah saya ngobrol-ngobrol sama kuncen dan luar biasanya kuncennya ini memang enggak pakai inisial-inisial. Ketika ditanya dia ceplos-ceplos aja,” katanya.

Meski demikian, Marcel menegaskan dirinya tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang diterimanya. Ia menilai bisa saja beberapa tokoh yang disebut sebenarnya datang hanya untuk syuting film, membuat konten, atau keperluan wisata biasa.

“Saya ragu kemungkinan apa jangan-jangan ini dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali mungkin terus disalahartikan,” ujarnya.

Gunung Kawi dan Mitos Pesugihan yang Sudah Lama Berkembang

Gunung Kawi sejak lama memang dikenal sebagai kawasan wisata spiritual yang sarat cerita mistis. Banyak masyarakat mempercayai tempat tersebut sebagai lokasi ritual untuk mencari keberuntungan, kelancaran usaha, hingga kekayaan.

Namun di sisi lain, kawasan ini juga merupakan destinasi wisata religi dan budaya yang rutin dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Kompleks pesarean Gunung Kawi diketahui menjadi tempat makam tokoh penyebar agama dan budaya Jawa, sehingga tidak semua aktivitas di sana berkaitan dengan praktik mistis.

Fenomena berkembangnya mitos pesugihan di Gunung Kawi juga tidak lepas dari pengaruh cerita turun-temurun, film horor, hingga konten media sosial yang sering menampilkan sisi misterius kawasan tersebut.

Menurut Marcel, masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar. Ia mengingatkan publik agar tidak mudah menghakimi seseorang hanya karena pernah datang ke Gunung Kawi.

Selain itu, Pesulap Merah juga mengungkap kekhawatiran terkait dugaan penggunaan nama tokoh terkenal untuk menarik perhatian pengunjung.

“Nah ini kan bisa jadi pembelajaran jangan-jangan kuncen-kuncen sana memang menjual nama-nama itu ke orang-orang yang datang,” ucapnya.

Pernyataan tersebut memicu diskusi publik mengenai kemungkinan eksploitasi nama figur publik dalam narasi mistis demi membangun kepercayaan masyarakat terhadap ritual tertentu.

Pesulap Merah Soroti Kerugian Finansial Masyarakat

Tak hanya membahas sisi mistis, Marcel juga menyinggung adanya laporan masyarakat yang mengaku mengalami kerugian finansial setelah mengikuti ritual tertentu.

Beberapa orang disebut diminta membayar biaya ritual secara berulang, namun tidak mendapatkan hasil sesuai harapan. Fenomena seperti ini, menurut Marcel, perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak mudah terjebak pada praktik yang berpotensi merugikan.

Ia menilai edukasi dan literasi publik sangat penting agar masyarakat dapat membedakan antara tradisi budaya, wisata spiritual, dan praktik yang mengarah pada penipuan.

Di tengah kontroversi yang muncul, Marcel menegaskan dirinya tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Ia juga membuka ruang klarifikasi bagi siapa saja yang merasa dirugikan oleh isi videonya.

“Saya enggak memihak satu orang atau satu sisi doang,” tandasnya.

Fenomena viralnya video Gunung Kawi menunjukkan bahwa isu mistis masih menjadi topik yang sangat sensitif sekaligus menarik perhatian masyarakat Indonesia.

Di era media sosial, informasi seperti ini dapat dengan cepat berkembang menjadi perdebatan publik, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap kritis dan tidak langsung mempercayai semua narasi yang beredar tanpa verifikasi yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *