Review Samsung Galaxy S26 Ultra Kamera AI Makin Cerdas, Video Malam Hari Bikin Takjub, Masih Layak Jadi Raja Flagship

KurasiNews.com – Persaingan smartphone flagship pada 2026 tidak lagi hanya soal spesifikasi tinggi atau jumlah megapiksel kamera. Produsen kini berlomba menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang benar-benar mampu membantu aktivitas sehari-hari pengguna, mulai dari produktivitas hingga pembuatan konten digital.

Di tengah tren tersebut, Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai salah satu perangkat yang paling agresif mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman penggunaan. Bukan sekadar fitur tambahan, Galaxy AI menjadi bagian penting dari cara pengguna mengambil foto, mengedit gambar, merekam video, hingga mencari informasi tanpa harus berpindah aplikasi.

Setelah digunakan sebagai perangkat utama selama lebih dari dua bulan, Galaxy S26 Ultra menunjukkan bahwa AI pada smartphone tidak lagi sebatas gimmick pemasaran. Beberapa fitur memang masih membutuhkan koneksi internet, namun secara keseluruhan perangkat ini berhasil menghadirkan pengalaman yang lebih praktis bagi kreator konten, jurnalis, pekerja kreatif, maupun pengguna umum yang ingin menghasilkan foto dan video berkualitas tanpa proses rumit.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S26 Ultra layak mendapatkan nilai 9 dari 10. Pengurangan poin terutama berasal dari harga yang masih berada di segmen premium serta beberapa kemampuan AI yang belum sepenuhnya berjalan secara offline. Di luar itu, perangkat ini menawarkan kombinasi kamera, performa, dan fitur AI yang sulit ditandingi kompetitor saat ini.

Galaxy AI Membuat Proses Editing Jauh Lebih Praktis

Samsung membekali Galaxy S26 Ultra dengan konfigurasi empat kamera yang terdiri dari sensor utama 200 MP, telephoto 10 MP, periscope telephoto 50 MP, dan ultrawide 50 MP. Kombinasi tersebut menghasilkan kualitas foto yang sangat baik dalam berbagai kondisi.

Namun daya tarik terbesar justru terletak pada bagaimana Galaxy AI membantu mengolah hasil foto tersebut.

Fitur Photo Assist kini berkembang menjadi platform editing yang lebih lengkap dengan beberapa mode utama seperti AI Eraser, Move, Create, dan Style. Pengguna tidak lagi harus memahami teknik editing yang rumit seperti masking, layer, atau seleksi objek manual.

AI Eraser mampu menghapus objek mengganggu hanya dengan beberapa sentuhan. Orang yang melintas di belakang objek utama, tiang, kabel, atau elemen lain yang merusak komposisi dapat dihilangkan dengan cepat. Hasilnya juga terlihat cukup natural untuk kebutuhan media sosial maupun publikasi digital.

Samsung juga memperkenalkan pendekatan berbasis prompt. Pengguna cukup mengetikkan instruksi tertentu untuk mengubah suasana foto. Misalnya mengubah foto siang hari menjadi nuansa malam, menambahkan efek artistik, atau melakukan penyesuaian visual lainnya tanpa harus membuka aplikasi pihak ketiga.

Bagi kreator konten yang sering bekerja secara mobile, kemampuan ini dapat memangkas waktu editing secara signifikan.

Audio Eraser dan Stabilisasi Video Jadi Senjata Utama Kreator Konten

Selain fotografi, Samsung memberikan perhatian besar pada sektor videografi.

Salah satu fitur paling menarik adalah Audio Eraser. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengurangi atau menghilangkan suara yang tidak diinginkan seperti kebisingan kendaraan, suara angin, keramaian, hingga percakapan orang lain di sekitar lokasi perekaman.

Dalam praktiknya, fitur ini sangat berguna saat merekam video di pusat perbelanjaan, konferensi pers, pameran teknologi, maupun ruang publik yang ramai. Hasil audio menjadi lebih fokus pada suara utama tanpa memerlukan mikrofon eksternal yang mahal.

Menariknya, Audio Eraser tidak hanya berlaku pada video yang direkam menggunakan Galaxy S26 Ultra. Pengguna juga dapat menerapkannya pada video yang berasal dari perangkat lain.

Samsung bahkan memungkinkan fitur tersebut digunakan saat menonton konten di aplikasi pihak ketiga seperti YouTube, Netflix, Instagram, maupun TikTok. Pengguna cukup mengaktifkan pengaturan melalui Quick Panel untuk meningkatkan kejernihan dialog dan mengurangi gangguan suara latar.

Kemampuan videografi lainnya hadir melalui Super Steady with Horizontal Lock. Fitur ini bekerja memanfaatkan sensor gyroscope, accelerometer, dan kamera beresolusi tinggi untuk menjaga posisi horizon tetap stabil.

Saat digunakan berjalan kaki, berlari, atau merekam dari kendaraan bergerak, hasil video terlihat jauh lebih mulus. Dalam banyak skenario, fitur ini mampu mengurangi kebutuhan penggunaan gimbal tambahan, terutama bagi content creator yang mengutamakan mobilitas.

Nightography, Zoom 100x, dan Performa Gaming yang Lengkap

Sektor kamera malam menjadi area yang paling menunjukkan perkembangan signifikan pada Galaxy S26 Ultra.

Kamera utama kini menggunakan aperture f/1.4 yang lebih besar sehingga mampu menangkap cahaya lebih banyak dibanding generasi sebelumnya. Samsung mengklaim peningkatan tingkat kecerahan hingga 47 persen pada kondisi minim cahaya.

Dalam penggunaan nyata, Nightography Video menghasilkan rekaman malam yang lebih terang tanpa membuat gambar terlihat berlebihan. Detail bayangan tetap terjaga, warna tampak natural, dan tingkat noise berhasil ditekan dengan baik melalui pemrosesan AI ISP terbaru.

Perbaikan juga terasa pada kamera depan. Warna kulit terlihat lebih alami, detail wajah tetap terjaga, dan hasil video selfie menjadi lebih konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Untuk kebutuhan fotografi jarak jauh, Galaxy S26 Ultra masih mengandalkan teknologi AI Space Zoom hingga 100x. Pada level zoom 10x hingga 30x, hasil foto masih sangat layak digunakan untuk kebutuhan dokumentasi maupun publikasi digital. Di level 100x, kualitas memang bergantung pada kondisi cahaya dan kestabilan tangan pengguna, namun peningkatan pemrosesan AI membuat detail terlihat lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Di luar kamera, Galaxy S26 Ultra juga tampil sebagai perangkat gaming yang sangat kompeten. Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy menawarkan peningkatan performa CPU, GPU, dan NPU yang signifikan.

Dipadukan dengan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan mencapai 1 TB, perangkat mampu menjalankan game berat dengan frame rate stabil. Layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci dengan refresh rate adaptif 120Hz menghadirkan pengalaman visual yang tajam dan responsif.

Sistem pendingin yang lebih baik membantu menjaga performa tetap konsisten saat sesi gaming berlangsung lama. Sementara baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat membuat perangkat dapat diandalkan untuk aktivitas seharian.

Kelebihan Samsung Galaxy S26 Ultra

  • Galaxy AI sangat membantu proses foto dan video.
  • Photo Assist membuat editing lebih cepat dan sederhana.
  • Audio Eraser efektif mengurangi noise.
  • Nightography Video menjadi salah satu yang terbaik di kelas flagship.
  • Kamera zoom hingga 100x semakin stabil.
  • Performa gaming sangat kencang berkat Snapdragon 8 Elite Gen 5.
  • Layar AMOLED 120Hz tajam dan responsif.
  • Baterai awet untuk penggunaan harian.

Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra

  • Harga masih tergolong premium.
  • Beberapa fitur AI membutuhkan koneksi internet.
  • Bobot perangkat cukup berat dibanding sebagian kompetitor.

Verdict

Samsung Galaxy S26 Ultra bukan sekadar smartphone dengan kamera beresolusi tinggi. Kekuatan utamanya justru terletak pada integrasi Galaxy AI yang mampu membantu pengguna menghasilkan foto dan video berkualitas dengan cara yang lebih cepat dan sederhana.

Bagi content creator, jurnalis, vlogger, maupun pengguna yang sering mengandalkan smartphone untuk produksi konten, perangkat ini menawarkan salah satu pengalaman paling lengkap di pasar saat ini. Meski harganya tidak murah, kombinasi kamera, kemampuan AI, performa gaming, dan kualitas layar menjadikan Galaxy S26 Ultra sebagai salah satu smartphone flagship terbaik tahun 2026.

Leave a Reply