TiwiFadia Tembus Perempat Final Indonesia Open 2026, Sapu Bersih Wakil Hong Kong di Istora

KurasiNews.com – Langkah ganda putri Indonesia kembali berlanjut di Polytron Indonesia Open 2026. Pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses memastikan tempat di babak perempat final setelah tampil solid menghadapi wakil Hong Kong, Yeung Nga Ting dan Yeung Pui Lam.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, pada laga babak 16 besar, Jumat (5/6/2026), Tiwi/Fadia harus bekerja keras sebelum akhirnya mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-18. Laga berlangsung ketat sejak awal hingga akhir, dengan kedua pasangan saling kejar poin dan menunjukkan permainan agresif.

Kemenangan ini sekaligus melengkapi catatan positif sektor ganda putri Indonesia yang terus menjaga asa di turnamen level Super 1000 tersebut. Dukungan penuh publik Istora menjadi salah satu energi tambahan yang membuat Tiwi/Fadia mampu bertahan dalam tekanan lawan.

Sempat Terseret Pola Lawan, Tiwi/Fadia Akui Banyak Evaluasi

Usai pertandingan, Siti Fadia Silva Ramadhanti mengakui bahwa mereka sebenarnya sempat memegang kendali permainan, terutama pada awal gim pertama. Namun, keunggulan yang sudah cukup jauh justru sempat terbuang karena terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Di awal-awal game pertama kami bisa unggul jauh cuma pas di 18-11 kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu poin penting juga untuk hari ini, untuk evaluasi juga, untuk tidak terlalu terburu-buru dan tidak melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri,” kata Fadia.

Menurutnya, momen tersebut menjadi pelajaran penting agar mereka lebih tenang dalam menjaga momentum ketika sudah unggul jauh. Kesalahan kecil yang terjadi di fase krusial bisa membuat lawan kembali masuk ke dalam permainan.

Meski demikian, Fadia tetap menilai kehadiran penonton di Istora memberikan dampak besar terhadap performa mereka di lapangan. Atmosfer pertandingan yang penuh dukungan membuat mereka tetap mampu menjaga semangat hingga akhir laga.

“Bermain di Istora itu jadi motivasi karena main di rumah sendiri ibaratnya. Sebenarnya penonton modal juga buat kami, buat terus semangat dan lawan juga pastinya kena tekanan dengan teriakannya. Jadi membantu sekali,” ujarnya.

Pratiwi: Sempat Terburu-buru, Tapi Bisa Kembali Kendalikan Permainan

Senada dengan rekannya, Amallia Cahaya Pratiwi juga mengakui bahwa mereka sempat kehilangan kontrol permainan pada awal pertandingan. Ia menyebut bahwa pada fase tersebut, mereka terlalu mengikuti pola permainan lawan sehingga ritme sendiri menjadi tidak stabil.

“Di game pertama sempat terburu-buru lalu mengikuti pola lawan, kurang bisa meredam. Tapi alhamdulillah kami bisa kembali ambil poin lagi dan memenangkan permainan,” ungkap Pratiwi.

Setelah berhasil keluar dari tekanan, Tiwi/Fadia mulai memperbaiki pola permainan dengan lebih disiplin dan sabar dalam membangun serangan. Perubahan tersebut membuat mereka mampu kembali menguasai jalannya pertandingan hingga menutup gim kedua dengan kemenangan.

Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan progres positif pasangan ganda putri Indonesia tersebut. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka mulai menunjukkan konsistensi yang lebih baik meski masih ada sejumlah catatan evaluasi yang harus diperbaiki.

Modal Penting Menuju Perempat Final, Fokus Jaga Konsistensi

Selain kemenangan di babak 16 besar, Tiwi/Fadia juga menilai bahwa dua pertandingan terakhir memberikan banyak pelajaran berharga bagi mereka. Menurut Fadia, pengalaman menghadapi situasi kritis menjadi bekal penting untuk menghadapi laga berikutnya di perempat final.

Ia menyoroti bahwa dalam dua pertandingan terakhir, mereka sempat mengalami situasi yang hampir berbalik, baik ketika tertinggal maupun saat unggul jauh. Kondisi tersebut membuat mereka semakin sadar pentingnya menjaga fokus hingga poin terakhir.

“Performa kami hari demi hari semakin membaik tapi kemarin kan kami sempat ketinggalan di game ketiga lalu hari ini sudah unggul hampir terkejar, jadi ya itu dua pelajaran yang diambil dari dua pertandingan ini untuk modal melangkah di perempatfinal besok,” kata Fadia.

Dengan hasil ini, Tiwi/Fadia semakin percaya diri melangkah ke babak delapan besar turnamen level Super 1000 tersebut. Konsistensi dan ketenangan menjadi kunci utama yang akan mereka bawa untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di fase berikutnya.

Dukungan publik Istora pun kembali diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi mereka untuk terus melaju dan menjaga harapan Indonesia di sektor ganda putri pada Polytron Indonesia Open 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *