Putri KW Balas Dendam ke Michelle Li, Lolos Dramatis ke Perempat Final Indonesia Open 2026

KurasiNews.com – Perjuangan panjang Putri Kusuma Wardani di Polytron Indonesia Open 2026 akhirnya berbuah manis. Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, tunggal putri andalan Indonesia itu berhasil memastikan langkah ke babak perempat final setelah melalui duel ketat kontra wakil Kanada, Michelle Li.

Laga yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) itu tidak berjalan mudah bagi Putri. Ia sempat tertinggal lebih dulu setelah kehilangan gim pertama, sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 12-21, 21-18, dan 21-16 dalam pertandingan tiga gim yang menguras tenaga dan konsentrasi.

Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi momen revans bagi Putri atas kekalahan sebelumnya dari Michelle Li di ajang Piala Uber 2026, sekaligus membuka peluangnya untuk melangkah lebih jauh di turnamen level Super 1000 tersebut.

Bangkit dari Tekanan, Putri Akui Sempat Banyak Buang Poin

Usai pertandingan, Putri Kusuma Wardani mengaku bersyukur bisa melewati laga berat tanpa mengalami cedera. Ia menilai kemenangan ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang bagaimana dirinya mampu mengatasi tekanan setelah tertinggal di gim pertama.

“Saya bersyukur bisa menikmati permainan dan tidak ada cedera apapun. Secara keseluruhan, saya memang cukup puas untuk hari ini bisa revans dari Michelle di rumah sendiri,” kata Putri.

Pada gim pertama, Putri mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuatnya kehilangan momentum. Permainan agresif Michelle Li sejak awal pertandingan membuatnya kesulitan mengembangkan pola permainan.

“Michelle dari awal memang menekan dan unggul di permainan depan net dan serangan-serangannya cukup menyulitkan. Di game pertama memang saya banyak buang poin,” jelasnya.

Namun situasi berubah pada dua gim berikutnya. Putri mulai menemukan ritme permainan dengan lebih disiplin menjaga bola-bola atas serta meningkatkan kepercayaan diri dalam duel di depan net.

“Pada game kedua dan ketiga, saya membatasi bola-bola atas dan lebih percaya diri di permainan depan,” tambahnya.

Perubahan strategi tersebut menjadi kunci kebangkitan Putri yang akhirnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga memastikan kemenangan.

Tantangan Berat Menanti Chen Yu Fei di Perempat Final

Kemenangan ini mengantarkan Putri ke babak delapan besar, namun tantangan jauh lebih berat sudah menantinya. Di perempat final, ia akan berhadapan dengan unggulan keempat asal China, Chen Yu Fei, salah satu pemain terbaik dunia yang sudah tiga kali mengalahkannya dalam pertemuan sebelumnya.

Meski rekor pertemuan belum berpihak, Putri tetap optimistis bisa memberikan perlawanan terbaik, terlebih karena laga akan berlangsung di kandang sendiri dengan dukungan penuh publik Istora.

“Untuk besok melawan Chen Yufei, saya mau mempersiapkan mental dan pikiran yang pasti harus lebih fokus dari hari ini,” ujar Putri.

Ia juga menegaskan bahwa menghadapi pemain top dunia membutuhkan konsistensi tinggi sepanjang pertandingan, terutama dalam menjaga pola permainan agar tidak mudah berubah di bawah tekanan.

“Kalau untuk melawan pemain Top 4, dari awal saya harus benar-benar fokus dan konsisten memakai teknik dan pola main. Ketika dapat poin, saya harus konsisten dengan pola itu. Menurut saya, pemain yang ada di Top 4 punya fokus yang sangat luar biasa, fokusnya sangat kuat, enggak gampang goyah kalau ketinggalan atau unggul,” imbuhnya.

Percaya Diri Meningkat, Putri Tetap Waspada Target Gelar

Lolos ke perempat final turnamen bergengsi level Super 1000 ini menjadi dorongan besar bagi kepercayaan diri Putri Kusuma Wardani. Ia mengakui memiliki ambisi untuk bisa naik podium di kandang sendiri, meski tetap memilih untuk tidak terlalu terbebani target tersebut.

“Pasti saya mau naik podium di sini. Tapi enggak boleh juga terlalu pede untuk mewujudkan ambisi itu,” ucapnya.

Selain itu, Putri juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung yang terus memberikan semangat, terutama saat ia tertinggal di gim pertama. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan yang membantunya bangkit dan membalikkan keadaan.

“Atmosfer di dalam sangat luar biasa mendukung saya, membuat saya termotivasi. Saya mendengar supporter yang selalu mendukung, bahkan ketika saya sedang tertinggal,” ungkap Putri.

Dengan status sebagai satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tersisa di Polytron Indonesia Open 2026, Putri kini memikul harapan besar publik tuan rumah. Laga perempat final melawan Chen Yu Fei akan menjadi ujian sesungguhnya, sekaligus penentu apakah langkahnya bisa terus berlanjut menuju podium juara di Istora Senayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *