Indonesia Open 2026! RaymondJoaquin Singkirkan Unggulan Kedua Dunia, SabarReza Ikut Melaju

KurasiNews.com – Gelaran Polytron Indonesia Open 2026 kembali menghadirkan kejutan besar dari wakil tuan rumah. Di tengah persaingan ketat turnamen level BWF World Tour Super 1000, pasangan muda ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tampil tanpa rasa gentar untuk menaklukkan salah satu pasangan terbaik dunia.

Bermain di hadapan ribuan pendukung yang memadati Istora Senayan, Jakarta, Raymond/Joaquin sukses menghentikan langkah unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik. Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih dengan dua gim langsung yang cukup meyakinkan, masing-masing 21-14 dan 21-14.

Hasil ini tidak hanya mengantarkan Raymond/Joaquin ke babak perempat final, tetapi juga menjadi salah satu kemenangan terbesar dalam perjalanan karier mereka sejauh ini. Pasalnya, Aaron/Soh merupakan pasangan papan atas dunia yang pernah menduduki peringkat satu dunia dan memiliki pengalaman panjang di level elite bulu tangkis internasional.

Raymond/Joaquin Tak Sangka Menang Telak atas Pasangan Ranking Dua Dunia

Usai pertandingan, kedua pemain mengaku masih sulit percaya bisa mengalahkan pasangan sekaliber Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor cukup meyakinkan.

Nikolaus Joaquin menilai atmosfer Istora menjadi salah satu faktor penting yang membantu meningkatkan motivasi dan semangat bertanding mereka sepanjang laga.

“Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar dan tidak ada cedera. Menurut saya hari ini benar-benar luar biasa. Yang paling terasa bagi saya itu dari crowd-nya. Dari kemarin saja menurut saya sudah ramai, tapi puji Tuhan hari ini makin ramai lagi. Itu membuat saya dan Raymond juga makin berambisi lagi mainnya,” kata Joaquin.

Dukungan suporter yang terus bergemuruh sepanjang pertandingan membuat pasangan muda Indonesia itu tampil penuh percaya diri. Mereka mampu menjaga fokus dan tidak terpengaruh oleh reputasi besar lawan yang berada di seberang net.

Hal serupa diungkapkan Raymond yang mengaku tidak pernah membayangkan bisa menutup pertandingan hanya dalam dua gim.

“Kami tidak menyangka menang dua game langsung, soalnya mereka pemain yang sangat berpengalaman di level atas. Sempat ranking satu dunia juga. Strateginya sih tidak mau dikasih tahu, yang penting fokus poin-poinnya saja. Satu poin, satu poin, satu poin, dan adu cepat-cepatan dapat poin saja,” jelas Raymond.

Pendekatan sederhana tersebut justru menjadi kunci keberhasilan mereka. Raymond/Joaquin tampil disiplin sejak awal laga dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang muncul untuk terus menekan pasangan Malaysia.

Sabar/Reza Ikut Melaju Usai Menang Dramatis

Keberhasilan Raymond/Joaquin menambah daftar wakil Indonesia yang berhasil menembus babak delapan besar. Sebelumnya, pasangan Sabar Karyaman Gutama dan M. Reza Pahlevi Isfahani sudah lebih dulu memastikan tempat di perempat final.

Sabar/Reza harus bekerja lebih keras untuk mengatasi perlawanan pasangan China, Huang Di dan Liu Yang. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, mereka menang melalui rubber game dengan skor 21-15, 15-21, dan 21-17.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Sabar/Reza atas Huang/Liu. Kini, pasangan Indonesia itu unggul 4-0 dalam rekor pertemuan melawan wakil Negeri Tirai Bambu tersebut.

Meski demikian, pertandingan kali ini menjadi yang paling sulit dibanding tiga pertemuan sebelumnya yang selalu berakhir dengan kemenangan dua gim langsung untuk Sabar/Reza.

“Terima kasih untuk penonton di Istora, sangat luar biasa ya hari ini. Kita juga sangat merasa didukung oleh penonton. Di akhir-akhir poin kami sempat agak panik, cuma karena pendukung di Istora sangat ramai, jadi kita percaya dirinya nambah sih,” kata Sabar.

Menurutnya, lawan tampil jauh lebih agresif dan tanpa beban dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

“Hari ini mereka mainnya lebih nothing to lose. Mereka polanya bagus, sangat menyerang. Tadi di game awal karena main di Istora kita tahu ada menang angin dan kalah angin. Pada game kedua, kami sempat ragu-ragu. Mereka tekanannya sangat kencang ke kami berdua, tapi di game ketiga kami menerapkan pola sesuai dengan sisi lapangannya, alhamdulillah bisa menang,” jelas Sabar.

Bangkit dari Performa Menurun, Tantangan Berat Menanti di Perempat Final

Keberhasilan mencapai perempat final memiliki makna khusus bagi Sabar/Reza. Pasangan yang sempat mencuri perhatian dunia bulu tangkis itu mengakui performa mereka sepanjang musim 2026 belum berjalan sesuai harapan.

Serangkaian hasil kurang memuaskan membuat kepercayaan diri mereka sempat menurun. Kondisi tersebut bahkan memengaruhi mental saat bertanding di lapangan.

“Mungkin semua juga tahu ya, hasil kami dari awal tahun sampai sekarang pun kurang bagus. Kami berada di posisi di bawah sekarang ini rasanya untuk naikin mental itu juga agak susah. Mungkin orang pikir ini gampang. Maunya percaya diri di lapangan, tapi karena hasilnya kurang bagus, ini mempengaruhi pikiran, setiap main ada rasa takut kalah lagi. Pikiran-pikiran ini sedikit mengganggu saat main, tapi kami tetap berusaha memperbaiki performa kami,” beber Reza.

Kini, tantangan yang lebih berat sudah menanti kedua pasangan Indonesia tersebut. Pada babak perempat final, Sabar/Reza akan menghadapi pemenang antara pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, melawan wakil Chinese Taipei, He Zhi Wei/Huang Jui Hsuan.

Sementara itu, Raymond/Joaquin akan menjalani ujian besar berikutnya saat berhadapan dengan juara dunia 2021 asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Jika mampu mempertahankan performa impresif seperti saat mengalahkan Aaron/Soh, bukan tidak mungkin kejutan lain kembali lahir dari pasangan muda Indonesia tersebut di Indonesia Open 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *