Comeback Tertunda di Istora! LeoDaniel Tersingkir Dramatis dari Indonesia Open 2026

KurasiNews.com – Persaingan di sektor ganda putra dunia kian menunjukkan intensitas yang semakin tinggi dalam beberapa musim terakhir. Hampir tidak ada lagi pertandingan yang bisa diprediksi dengan mudah, terutama di level BWF World Tour Super 1000 seperti Indonesia Open. Setiap pasangan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga konsistensi mental dalam menghadapi tekanan besar di lapangan.

Dalam konteks itu, pasangan Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali menjadi sorotan. Setelah sempat menunjukkan kebangkitan pasca-pasangan kembali, harapan publik untuk melihat mereka melaju jauh di Polytron Indonesia Open 2026 harus tertunda setelah langkah mereka dihentikan wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pasangan berjuluk “The Babies” itu harus mengakui keunggulan lawan setelah melalui duel tiga gim yang berlangsung ketat dengan skor 16-21, 21-13, 19-21.

Duel Ketat Tiga Gim, Leo/Daniel Gagal Tuntaskan Momentum

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Leo/Daniel sempat kesulitan mengembangkan permainan pada gim pertama dan harus menyerah 16-21 dari pasangan Chinese Taipei yang tampil lebih stabil dalam menjaga tempo reli.

Namun pada gim kedua, pasangan Indonesia bangkit dengan permainan agresif yang lebih terarah. Daniel dan Leo mampu mengendalikan ritme pertandingan dan membalas dengan kemenangan meyakinkan 21-13, sekaligus memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.

Drama terjadi pada gim ketiga. Leo/Daniel sempat berada di atas angin dengan keunggulan jauh 12-4. Namun momentum tersebut tidak mampu mereka pertahankan. Lee/Yang perlahan menemukan pola permainan dan terus menekan hingga skor kembali imbang 16-16.

Situasi berubah drastis saat memasuki poin-poin krusial. Pasangan Chinese Taipei tampil lebih tenang dan efektif dalam mengeksekusi serangan, sementara Leo/Daniel justru beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang berujung kehilangan poin penting.

Akhirnya, gim penentuan ditutup dengan kekalahan tipis 19-21 untuk Leo/Daniel, sekaligus menghentikan langkah mereka di turnamen kandang ini.

Evaluasi Kesalahan dan Tekanan di Poin Kritis

Usai pertandingan, Daniel Marthin tidak menutupi kekecewaan atas hasil yang diraih. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik Indonesia yang memberikan dukungan penuh di Istora.

“Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini. Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru. Ke depannya kami akan memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, dan semoga di turnamen berikutnya kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Daniel.

Evaluasi utama datang dari aspek kontrol permainan di momen krusial. Leo mengakui bahwa mereka terlalu terburu-buru dalam menutup poin, terutama ketika sudah unggul jauh di gim ketiga.

“Pastinya di seluruh game tadi, kami bermain terburu-buru. Terus waktu unggul, kami harusnya terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan. Sebenarnya kami juga sudah mencoba untuk tidak meladeni mereka, tapi mereka mungkin sudah mengantisipasi bola-bola kami, tapi ternyata mereka malah bisa membalikan keadaan,” jelas Leo.

Sementara itu, Daniel juga menyoroti faktor kesalahan sendiri dan kondisi lapangan yang cukup berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.

“Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati. Mungkin lapangan juga cukup berangin,” ujarnya.

Perjalanan Comeback Pasca Cedera Belum Stabil

Turnamen Indonesia Open 2026 menjadi ajang ketiga bagi Leo/Daniel sejak mereka kembali dipasangkan. Daniel sebelumnya sempat absen panjang akibat cedera lutut kiri yang dialami pada Piala Sudirman 2025, yang bahkan membuatnya harus menjalani operasi dan menepi hampir satu tahun.

Kebangkitan mereka sempat menjadi sorotan setelah langsung meraih gelar juara di Thailand Open 2026. Namun hasil tersebut belum sepenuhnya berlanjut secara konsisten, setelah di Malaysia Masters 2026 mereka harus terhenti lebih awal di babak pertama.

“Di dua pertandingan terakhir ini memang hasilnya kurang bagus. Tapi secara permainan, kami juga sudah mencoba untuk tidak terlalu jauh hasilnya di Malaysia kemarin, kami juga bisa melawan. Dan yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi,” jelas Leo.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan di Thailand Open justru menjadi kejutan tersendiri mengingat kondisi mereka yang baru pulih dari cedera.

“Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera. Buat saya sendiri sih bonus,” tambahnya.

Meski belum stabil di dua turnamen terakhir, Leo/Daniel menegaskan tidak akan larut dalam kekecewaan. Mereka segera mengalihkan fokus ke agenda berikutnya.

Keduanya dijadwalkan kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi Australia Open dan Macau Open. Dengan proses pemulihan yang masih berjalan dan adaptasi yang terus diperbaiki, pasangan ini berharap bisa kembali menemukan performa terbaik dan menjaga konsistensi di sisa musim BWF World Tour 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *