KurasiNew.com – Persaingan di sektor ganda campuran dunia terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan masih mendominasi papan atas ranking BWF, namun beberapa pasangan dari Asia Tenggara mulai menunjukkan potensi untuk bersaing di level tertinggi. Dalam sejumlah turnamen besar seperti All England dan China Open, pola permainan cepat dan agresif menjadi kunci utama untuk menembus dominasi tersebut.
Indonesia sendiri terus berupaya menjaga tradisi kuat di sektor ganda campuran melalui regenerasi pemain muda yang tampil di berbagai ajang BWF World Tour. Salah satu pasangan yang mulai mencuri perhatian adalah Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Pada Indonesia Open 2026, keduanya kembali menunjukkan daya juang tinggi dengan memastikan langkah ke babak kedua setelah melewati laga yang tidak mudah.
Di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (2/6/2026), Adnan/Indah berhasil melewati rintangan pertama mereka dengan kemenangan atas wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo. Pertandingan tersebut berlangsung ketat dan penuh dinamika, mencerminkan kerasnya persaingan di level Super 1000.
Awal Sulit, Adnan/Indah Bangkit dari Tekanan Lawan
Laga babak pertama tidak berjalan mulus bagi pasangan Indonesia. Adnan/Indah harus mengakui keunggulan lawan pada gim pembuka setelah takluk 14-21. Sejak awal pertandingan, pasangan Prancis tampil agresif dengan tempo permainan cepat yang membuat Adnan/Indah kesulitan mengembangkan pola permainan.
Tekanan yang diberikan Maio/Palermo membuat wakil Indonesia kerap berada dalam posisi bertahan. Ritme permainan yang tidak stabil menjadi tantangan utama pada gim pertama.
Namun situasi berubah pada gim kedua. Adnan/Indah mulai menemukan kembali pola permainan mereka dengan pendekatan yang lebih agresif. Serangan-serangan terarah ke area lawan mulai efektif menekan pasangan Prancis.
Meski sempat unggul jauh 19-12, Adnan/Indah harus kembali menghadapi tekanan ketika lawan perlahan memangkas ketertinggalan hingga skor menjadi 20-19. Dalam momen krusial tersebut, fokus menjadi faktor penentu.
Dengan ketenangan yang lebih baik, pasangan Indonesia akhirnya mengamankan gim kedua dengan skor 21-19 dan memaksakan laga berlanjut ke gim penentuan.
Gim Penentu, Adnan/Indah Tampil Lebih Dominan
Memasuki gim ketiga, perubahan permainan terlihat jelas. Adnan/Indah tampil lebih tenang dan mampu mengendalikan tempo sejak awal. Pengalaman menghadapi tekanan pada gim sebelumnya menjadi modal penting untuk mengatur ritme pertandingan.
Kombinasi serangan cepat dan penempatan bola yang lebih variatif membuat pasangan Indonesia unggul jauh atas lawan. Maio/Palermo yang sebelumnya tampil agresif mulai kehilangan momentum.
Gim penentuan akhirnya menjadi milik Adnan/Indah dengan skor meyakinkan 21-11. Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah mereka ke babak kedua Indonesia Open 2026.
“Alhamdulillah bisa menang melewati babak pertama. Dari segi permainan, di game pertama kami merasa kurang tenang, terlalu terburu-buru. Kami mencoba lagi di game kedua, dan game ketiganya lebih tenang lagi,” ujar Adnan, dikutip dari PBSI.
Sementara itu, Indah menilai perubahan strategi di tengah pertandingan menjadi kunci kebangkitan mereka. Menurutnya, adaptasi terhadap gaya permainan lawan sangat menentukan hasil akhir.
“Kami terganggu dengan pergerakan lawan, di game kedua kami lebih mengantisipasi hal ini dan mencoba untuk lebih tenang. Kami mencoba mengecoh lawan dengan memberikan bola yang sulit mereka jangkau,” kata Indah.
Dalam situasi tertinggal di gim pertama, komunikasi juga menjadi faktor penting bagi pasangan ini untuk tetap menjaga kepercayaan diri.
“Waktu kalah di game pertama itu kami saling support dan saling mengingatkan,” ujar Adnan.
Tantangan Berat Menanti Unggulan Pertama China
Kemenangan dramatis tersebut membawa Adnan/Indah melangkah ke babak 16 besar. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat. Mereka dijadwalkan menghadapi unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada Rabu (3/6/2026).
Menghadapi pasangan terbaik dunia tentu menjadi ujian besar bagi Adnan/Indah. Namun, keduanya memilih untuk tidak terbebani ekspektasi berlebih.
Indah menegaskan bahwa pendekatan tanpa tekanan atau “nothing to lose” akan menjadi kunci dalam pertandingan tersebut. Fokus utamanya adalah menampilkan performa terbaik tanpa terlalu memikirkan hasil akhir.
“Kalau saya sendiri merasa lebih nothing to lose saja, tapi tetap keluarkan kemampuan kami aja. Kalau soal usaha, pasti kami berusaha,” tutur Indah.
Senada dengan rekannya, Adnan menekankan pentingnya persiapan matang dan fokus pada setiap pertandingan secara bertahap.
“Melawan Feng/Huang, kami harus lebih siap lagi. Kami mau fokus step by step dan tampil maksimal di setiap pertandingan,” pungkas Adnan.
Dengan performa yang mulai stabil dan mental bertanding yang semakin matang, Adnan/Indah kini membawa harapan baru bagi sektor ganda campuran Indonesia. Meski tantangan di babak berikutnya jauh lebih berat, kemenangan dramatis di laga pembuka menjadi modal penting untuk menghadapi salah satu pasangan terbaik dunia.
















