TiwiFadia Tumbangkan Ranking 3 Dunia Lagi! Sinyal Kuat Ganda Putri Indonesia Siap Tembus Elite Dunia

KurasiNews.com – Persaingan sektor ganda putri dunia dalam beberapa tahun terakhir semakin ketat. Dominasi pasangan asal China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia membuat setiap turnamen level atas selalu menghadirkan pertandingan dengan kualitas yang nyaris setara. Tidak mengherankan jika selisih peringkat dunia sering kali tidak menjadi jaminan kemenangan di lapangan.

Negara-negara kuat bulu tangkis seperti China dan Korea Selatan dikenal memiliki sistem pembinaan yang mampu menghasilkan pasangan elite secara berkelanjutan. Dalam daftar peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), sebagian besar posisi 10 besar dunia masih didominasi pasangan dari negara-negara tersebut. Karena itu, kemenangan atas pasangan papan atas menjadi indikator penting bagi atlet yang ingin menembus level elite.

Di tengah ketatnya persaingan tersebut, ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali menunjukkan perkembangan menjanjikan. Pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu sukses menyingkirkan ganda putri peringkat tiga dunia asal Korea Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na, pada babak pertama BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026. Hasil tersebut tidak hanya mengantarkan mereka ke babak berikutnya, tetapi juga mempertegas ambisi untuk bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia.

Kembali Taklukkan Unggulan Dunia di Istora

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Tiwi/Fadia harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan. Mereka menundukkan Lee So Hee/Baek Ha Na melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 17-21, dan 21-14.

Kemenangan ini menjadi catatan penting karena untuk kedua kalinya secara beruntun pasangan Indonesia mampu mengatasi wakil Korea Selatan tersebut. Sebelumnya, Tiwi/Fadia juga berhasil mengalahkan Lee/Baek pada Kejuaraan Asia 2026 dengan skor 21-16 dan 21-17.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemenangan sebelumnya bukan sekadar kejutan. Sebaliknya, Tiwi/Fadia mulai membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pasangan yang berada jauh di atas mereka dalam ranking dunia.

“Pertandingan ini pastinya tidak mudah, cukup tough juga karena ini pertemuan ketiga kami dan kami ada modal menang di pertemuan sebelumnya. Jadi kunci kemenangan kami adalah komunikasi dan saling percaya,” kata Fadia seusai pertandingan.

Dalam pertandingan ganda modern, komunikasi menjadi salah satu elemen penting. Ketika dua pemain mampu menjaga kepercayaan dan koordinasi di lapangan, peluang untuk keluar dari tekanan lawan menjadi lebih besar.

Bangkit dari Ketertinggalan di Gim Penentuan

Meski memenangkan gim pertama dengan cukup meyakinkan, Tiwi/Fadia tidak mampu mempertahankan momentum pada gim kedua. Lee/Baek mulai menemukan pola permainan dan berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Tantangan semakin berat ketika pasangan Indonesia tertinggal 4-9 pada awal gim penentuan. Dalam kondisi tersebut, tekanan pertandingan mulai terasa, terlebih mereka menghadapi salah satu pasangan terbaik dunia.

Namun Tiwi/Fadia memilih untuk tetap tenang. Arahan dari tim pelatih, Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari, membantu mereka menjaga fokus serta mencari celah untuk membalikkan keadaan.

Perlahan tetapi pasti, pasangan Indonesia mampu memangkas selisih angka hingga menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Momentum itu menjadi titik balik pertandingan.

Setelah berhasil menyamakan skor, Tiwi/Fadia tampil semakin percaya diri. Mereka berbalik unggul 16-10 dan terus mendominasi permainan hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-14.

“Walaupun tadi di gim ketiga kami sudah ketinggalan, tapi kami tidak menyerah. Kami cari cara bagaimana untuk mengambil kembali poin dan fokus untuk poin berikut-berikutnya,” ujar Tiwi.

Fadia mengakui bahwa pada awal gim ketiga mereka sempat bermain terlalu terburu-buru. Selain itu, kemenangan pada pertemuan sebelumnya juga sedikit menghadirkan tekanan tersendiri.

“Tadi di gim ketiga kami sempat ketinggalan, mungkin karena kami terlalu terburu-buru. Mungkin ada beban juga karena sebelumnya kami menang. Cuma pelatih komunikasi untuk tetap percaya diri saja dan akhirnya kami bisa menang,” kata Fadia.

Misi Menembus Jajaran Elite Dunia

Dukungan publik Istora kembali menjadi salah satu faktor yang membantu perjuangan pasangan Indonesia. Saat berada dalam posisi tertinggal, sorakan penonton terus mengalir dan menjadi suntikan semangat untuk bangkit.

“Penonton sangat luar biasa. Tadi kami sempat ketinggalan tapi penonton tetap support kami, tetap berisik juga. Jadi itu modal juga buat kami untuk tetap semangat terus,” ujar Fadia.

Kemenangan atas Lee/Baek menjadi sinyal positif bagi Tiwi/Fadia yang saat ini masih menempati peringkat 29 dunia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas dengan pasangan elite dunia mulai semakin mengecil.

Meski demikian, keduanya menyadari bahwa konsistensi menjadi tantangan terbesar. Dalam sistem ranking BWF, pemain harus mampu meraih hasil baik secara berkelanjutan untuk memperbaiki posisi dan masuk ke kelompok unggulan dunia.

“Targetnya secepatnya kami ada di top level, bersaing bersama Lee/Baek, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dan pasangan-pasangan elite lainnya,” kata Fadia.

Pada babak kedua Indonesia Open 2026, Tiwi/Fadia akan menghadapi pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi mereka untuk melanjutkan tren positif.

Sementara itu, hasil berbeda dialami wakil Indonesia lainnya. Pasangan Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu harus mengakhiri langkah lebih cepat setelah kalah dari unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 18-21 dan 19-21.

Bagi Tiwi/Fadia, kemenangan atas pasangan peringkat tiga dunia bukan hanya tiket menuju babak berikutnya. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi bukti bahwa ganda putri Indonesia mulai memiliki pasangan yang berpotensi menantang dominasi elite dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *