Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman bersama Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo temui Gubernur Provinsi Guangdong, Meng Fanli. Foto: Istimewa

Jakarta, KurasiNews.com Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo temui Gubernur Provinsi Guangdong, Meng Fanli, di Guangzhou, Tiongkok.

Pertemuan mereka menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia, khususnya Jakarta, dengan Provinsi Guangdong sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan utama di Tiongkok.

Tak hanya itu, dibahas pula berbagai potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat konkret bagi pengembangan ekonomi, perdagangan, dunia usaha, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.

Ratu menyampaikan bahwa hubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Guangdong memiliki arti strategis dalam mendorong perluasan akses pasar dan jejaring bisnis internasional bagi pelaku usaha Jakarta.

“Kolaborasi antardaerah diharapkan dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, teknologi, pengalaman pengelolaan sektor usaha, serta peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar dia dalam keteranganya, Jumat (4/9/2026).

Selain penguatan kerja sama ekonomi dan UMKM, pertemuan juga menjadi bagian dari penjajakan kolaborasi di bidang pengelolaan infrastruktur perkotaan, khususnya sektor air.

“Jakarta saat ini tengah memasuki fase transformasi pengelolaan air perkotaan, dengan pengelolaan air dan pengendalian banjir menjadi salah satu agenda transformasi utama Jakarta,” terangnya.

Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat peluang kerja sama berbasis transfer teknologi dan pengetahuan, antara lain dalam modernisasi layanan air, penerapan smart metering, peningkatan kualitas dan keandalan layanan, serta upaya menekan non-revenue water (NRW) atau kehilangan air.

Ratu menyebutkan keterhubungan Jakarta dengan mitra internasional seperti Guangdong diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta dunia usaha.

“Jakarta terbuka terhadap kolaborasi yang dapat memperkuat kapasitas, teknologi, dan daya saing. Yang paling penting adalah bagaimana hubungan ini dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta dan pelaku usaha,” pungkas Ratu.

Ke depan, penjajakan kerja sama diharapkan dapat dilanjutkan melalui pembahasan teknis antarpihak, termasuk antara BUMD air Jakarta dan Guangzhou Water Group, sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi di lapangan.(*)

Leave a Reply